5 Aksi Firli Bahuri Jadi Kontroversi, dari Masak Nasgor hingga Naik Heli

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 09:55 WIB
Pimpinan KPK melakukan safari ke sejumlah kementerian dan lembaga. Kali ini KPK mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ketua KPK Firli Bahuri (Grandyos Zafna/detikcom)

2. Nasib Kompol Rosa Tak Jelas hingga Dibawa ke Dewas

Pernah pula polemik hadir dari KPK dengan pengembalian Kompol Rosa Purbo Bekti ke Polri. Persoalannya lantaran Rosa, yang merupakan salah satu penyidik KPK saat itu, disebut ikut dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Saat itu nasib Rosa tidak jelas. Polri, yang merupakan institusi asal Rosa, menyatakan tidak menarik yang bersangkutan, tetapi Firli memberi pernyataan berbeda.

"Begini, itu dikembalikan karena memang ada permintaan dan itu sudah selesai kita komunikasikan semuanya sudah smooth," kata Firli pada Kamis (6/2/2020).

Selain Rosa, ada seorang lagi penyidik KPK dari Polri, yaitu Indra. Namun persoalan Rosa-lah yang mencuat karena memicu ketidakjelasan status.

"Ada hal yang lebih penting lagi, lebih besar karena kita ingin bahwa pengembalian tersebut itu adalah tidak dipersoalkan karena memang sudah sesuai dengan keputusan. Sudah dikomunikasikan," kata Firli.

Mengenai informasi bahwa Rosa sebenarnya tidak ditarik lagi oleh Polri, Firli menepisnya. Pun mengenai surat pengembalian Rosa ke Polri yang belum sampai ditepis Firli.

"Suratnya sudah sampai itu. Ditanyakan saja sendiri," kata Firli.

Sedangkan beberapa jam sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan Polri tidak menarik Rosa. Argo juga mengatakan surat dari KPK belum sampai di Polri.

"Kami dari kepolisian tidak menarik. Intinya, Kompol Rosa sampai September 2020 di KPK," ucap Argo.

"Jadi gini, memang kami dapat informasi bahwa Kompol Rosa dikembalikan oleh KPK ke Polri. Tapi Polri tetap kemarin pernah memberikan surat pembatalan artinya surat kepada KPK bahwa Kompol Rosa tidak ditarik. Kemudian juga artinya bahwa sampai saat ini kita juga belum terima surat tersebut dari KPK," imbuh Argo.

Belakangan, Wadah Pegawai (WP) KPK mengaku telah melapor ke Dewas KPK perihal polemik pengembalian Kompol Rosa ke Polri. WP menyebut langkah itu dilakukan untuk menjaga independensi KPK.

"Dan saya selalu Ketua WP sudah ketemu dengan lima orang Dewas Pengawas KPK langsung di ruang kerja mereka. Dan mereka sudah dengarkan apa yang menjadi perhatian WP agar KPK tetap independen dan KPK tidak dilemahkan," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo.

Setelah itu, Kompol Rosa kembali ke KPK. Firli mengungkap alasan kembalinya Kompol Rosa.

"Pimpinan KPK menerima surat permintaan untuk penugasan anggota Polri sebagai PNYD (Pegawai Negeri yang Dipekerjakan) atas nama Rosa bisa dilaksanakan sampai dengan berakhirnya masa penugasan tahap pertama," kata Firli Bahuri kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Firli menyebut masa penugasan Kompol Rosa di KPK akan berakhir pada 23 September 2020. Menurut Firli, seluruh pimpinan KPK menyetujui permintaan Polri tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6