Mentahkan Klaim DKI, Greenpeace Tegaskan PSBB Tak Bikin Udara Jadi Sehat

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 11:25 WIB
Emisi gas buang kendaraan kerap jadi biang kerok buruknya kualitas udara Jakarta. Jika memang demikian, pemerintah diharapkan turun tangan menanganinya.
Gambar ilustrasi suasana salah satu kawasan di Jakarta. (Antara Foto)

Greenpeace menyimpulkan, PSBB tidak memperbaiki kualitas udara secara signifikan. Adaptasi kebiasaan baru dinilai hanya terletak pada protokol kesehatan, sementara perbaikan polusi udara tidak ada yang berubah, khususnya di kota yang sudah berumur 493 tahun ini.

"Pemerintah harus segera melakukan inventarisasi emisi secara berkala agar dapat mengetahui sumber pencemar sebagai dasar ilmiah pengendalian sumber pencemar baik bergerak maupun tidak bergerak, menambah stasiun pemantauan kualitas udara yang bisa mewakili Jakarta secara keseluruhan, memperketat baku mutu udara ambien nasional yang masih tiga kali lebih lemah dibandingkan dengan standar WHO, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Barat dan Banten dalam hal pengendalian polusi udara lintas batas", tegas Bondan Andriyanu, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.

Klaim Jakarta

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyebut kualitas udara semakin baik sejak diberlakukan PSBB. Bahkan, saat Idul Fitri, kualitas udara di Jakarta terbaik selama lima tahun terakhir.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Andono Warih, saat hari-H Idul Fitri 2020, 24 Mei 2020 lalu, konsentrasi PM 2,5 di semua lokasi pemantauan kualitas udara menunjukkan angka penurunan dibanding beberapa hari sebelumnya. Secara keseluruhan, rata-rata PM 2,5 sebelum dan saat Idul Fitri memenuhi baku mutu PM 2,5.

"Disimpulkan, kualitas udara Lebaran 2020 paling baik dibanding Lebaran 5 tahun ke belakang," kata Andono dalam keterangannya, Selasa (25/5) lalu.

Halaman

(dnu/dhn)