Round-up

Ratusan WNI Ditangkapi karena Tinggal Ilegal di Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 07:40 WIB
Migrants from Central America are seen after crossing the Rio Bravo to illegally enter El Paso, Texas, as seen from Ciudad Juarez, Mexico March 6, 2019. Picture taken March 6, 2019. REUTERS/Jose Luis Gonzalez     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi imigran gelap (Foto: REUTERS/Jose Luis Gonzalez)

Khairul mengatakan sebagai hukuman mereka akan dideportase ke negara asal usai menjalani hukuman dan akan masuk sebagai daftar hitam ke Malaysia.

"Di antara pelanggaran yang ditemukan adalah tidak memiliki dokumen identifikasi, overstay, memiliki izin palsu dan pelanggaran lainnya di bawah Undang-undang Imigrasi," ujar Khairul.

"Mereka akan dideportasi ke negara asal mereka setelah menjalani hukuman dan akan dimasukkan daftar hitam untuk masuk ke Malaysia selamanya," tegasnya.

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah berkomunikasi dengan otoritas imigrasi Malaysia. Kemlu mengatakan KBRI akan memberikan fasilitas kekonsuleran dan memastikan hak-haknya.

"Kami sudah mendapatkan laporan ini dari kedutaan besar di Malaysia kemarin. Memang sudah ada komunikasi antara aparat otoritas Imigrasi Malaysia dengan pihak perwakilan dan tentunya melalui komunikasi yang sudah berlangsung," kata Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah dalam telekonferensi, Rabu (13/5/2020).

"Pihak KBRI akan memberikan fasilitasi ke konsuleran bagi mereka, dan memberikan fasilitasi dan juga memastikan hak-hak mereka selama berada di keimigrasian terpenuhi," sambungnya.

Faizasyah mengatakan akan ada potensi repatriasi terhadap WNI tersebut usai diproses di Kantor Imigrasi Malaysia. Faizasyah berbicara soal pengalaman.

"Dari pengalaman yang lalu-lalu mereka yang... katakanlah tertangkap di satu proses imigrasi biasanya setelah dibawa ke imigrasi akan direpatriasi ke Indonesia dan dikembalikan. Nanti proses selanjutnya akan bisa... bisa kita ikuti setelah mereka tentunya menyelesaikan masalah hukum terkait pelanggaran keimigrasiannya dan selama mereka tetap di tempat yang dilakukan pihak Malaysia," kata Faizasyah.

Halaman

(eva/lir)