ADVERTISEMENT

Riset LSI Denny JA: Efek PSBB di 18 Wilayah Indonesia Belum Maksimal

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 17:51 WIB
Petugas memeriksa penumpang di dalam kendaraan yang melintas di Posko Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). PSBB diterapkan di Padang dan kabupaten/ kota lain di provinsi itu mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020 untuk menghentikan penyebaran COVID-19, diantaranya dengan membatasi aktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker serta pembatasan jumlah penumpang kendaraan roda empat dan roda dua.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

LSI Denny JA melakukan riset terkait penerapan PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia. Hasilnya, PSBB di 18 daerah dinilai belum maksimal.

Riset yang dilakukan LSI Denny JA dengan metode kualitatif dengan kajian data sekunder dari tiga lembaga, yakni Gugus Tugas Nasional COVID-19 (data harian 18 wilayah PSBB dari awal Maret jingga 6 Mei 2020), Worldmeter, dan WHO.

"PSBB yang sudah diterapkan di 18 wilayah Indonesia belum maksimal. Secara umum belum terjadi efek kategori A, kategori sangat bagus, yaitu efek yang secara grafik menunjukkan penurunan sangat drastis kasus baru," tulis LSI Denny JA dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2020).

Dijabarkan, efek PSBB yang disusun oleh LSI Denny JA dibedakan dalam empat kategori dengan melihat kasus baru harian antara sebelum dan sesudah diterapkannya PSBB.

Pertama, tipologi A atau kategori istimewa. Wilayah yang masuk dalam tipologi ini adalah wilayah yang penambahan jumlah kasus baru setelah PSBB menurun secara drastis.

Lalu tipologi B, kategori baik. Wilayah yang masuk tipologi ini adalah wilayah yang penambahan kasus barunya mengalami penurunan secara gradual/konsisten tapi tidak drastis setelah penerapan PSBB.

Kemudian tipologi C, kategori cukup. Wilayah yang masuk tipologi ini adalah wilayah yang penambahan kasusnya cenderung turun tapi belum konsisten. Masih terjadi kenaikan di waktu-waktu tertentu.

Terakhir tipologi D, kategori kurang. Wilayah yang masuk tipologi ini adalah wilayah yang jumlah penambahan kasus barunya tidak mengalami perubahan seperti masa sebelum PSBB, bahkan cenderung mengalami kenaikan di sejumlah waktu tertentu.

Sebanyak 18 wilayah yang dimaksud adalah Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kab Bogor, Kab Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Tanggerang Selatan, Kabupaten Tanggerang, Sumatera Barat, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Pekanbaru, Kota Surabaya, Kota Banjarmasin, dan Kota Tanggerang.

"Mengamati grafik PSBB di 18 wilayah (hanya 18 wilayah yang diperoleh datanya oleh LSI Denny JA), belum ada satu pun wilayah yang saat ini menerapkan PSBB masuk ke dalam tipologi A, istimewa. Seperti grafik penambahan kasus di empat negara, yaitu, Jerman, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Australia, yang mengalami penurunan drastis, di Indonesia tidak ada satu pun wilayah yang datanya menunjukkan penurunan kasus secara drastis," tulis LSI Denny JA.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT