Round-Up

Ancaman Pidana Bagi Pengurus Masjid Gelar Tarawih saat Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 08:34 WIB
Poster
Foto ilustrasi (Edi Wahyono)
Pekanbaru -

Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau menegakkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi keselamatan warganya dari bahaya virus Corona. Bila ada masjid yang menggelar salat tarawih, maka pengurus masjid diancam pidana.

Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan tata cara beribadah selama masa pandemi COVID-19. Di masa ini, masyarakat yang berada di zona merah dan kuning diminta tidak beribadah di masjid mencegah untuk penularan virus Corona.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, dalam konteks saat ini, tidak memungkinkan masyarakat diizinkan untuk beribadah di masjid. Sebab, beribadah di masjid itu artinya sama dengan adanya perkumpulan massa.

Di Riau, Gubernur Syamsuar bersama MUI sudah mengimbau agar masyarakat meniadakan salat tarawih di masjid. Namun di sejumlah kabupaten dan kota masih tetap melaksanakan ada warga yang menggelar salat Tarawih di masjid, termasuk di Pekanbaru yang berstatus zona merah dengan penerapan PSBB.

Berdasarkan catatan pada Selasa (28/4), sebuah masjid Jalan Sumatera, Kulim, Kecamatan Tenayan Raya masih menggelar salat tarawih. Adapun masjid lain di Kecamatan Tampan yang juga masih menggelar salat tarawih berjamaah. Mereka menggelar salat tarawih tanpa menggunakan karpet.

Kondisi yang sama juga dilaporkan di Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Pekanbaru. Seluruh masjid di kabupaten tetangga ini tetap menggelar salat tarawih berjamaah. Ada pula salat tarawih di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Tonton juga video Warga Nekat Tarawih, Listrik Masjid di Parepare Diduga Diputus: