Round-Up

Pesan Jangan Berlebihan pada Kurva Corona DKI yang Mulai Mendingan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 03:07 WIB
Rumah sakit khusus untuk pasien virus corona telah selesai dibangun di Wuhan, China. Petugas medis pun mulai memindahkan para pasien ke rumah sakit khusus itu
ilustrasi (Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP Photo)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pakar Universitas Indonesia (UI) angkat bicara soal pemerintah yang menyebut kasus positif Corona di DKI Jakarta mengalami perlambatan. IDI dan pakar UI memberikan saran.

Kepala Gugus Tugas, Doni Monardo, awalnya menyampaikan kasus positif virus Corona di Ibu Kota mengalami perlambatan yang signifikan.

"Kami jelaskan juga khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat dan saat ini sudah mengalami flat," kata Doni usai ratas, Senin (27/4/2020).

Doni menyebut hal tersebut terjadi terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ini diakibatkan karena PSBB yang telah berjalan dengan baik. Bapak Gubernur DKI telah melaporkan kepada Bapak Presiden tentang hasil yang dicapai selama pelaksanaan PSBB," ucap Doni.

Menanggapi hal tersebut, IDI menilai pemerintah terlalu dini menyimpulkan kasus positif Corona di DKI Jakarta mengalami perlambatan. Hal yang sama juga disampaikan Epidemiolog dari FKM UI, Pandu Riono.

Berikut respons IDI hingga Pakar UI soal positif Corona sudah flat di DKI Jakarta:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4