Pengadilan Tinggi DKI Potong Hukuman Romahurmuziy Jadi 1 Tahun

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 22:25 WIB
Eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) divonis 2 tahun penjara. Ia terbukti bersalah menerima uang terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
Foto: Romahurmuziy (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menerima permohonan banding yang diajukan Romahurmuziy alias Rommy. PT DKI Jakarta mengurangi hukuman terdakwa kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) itu dari 2 tahun menjadi 1 tahun.

"Menerima permintaan banding dari penuntut umum pada KPK dan terdakwa," dikutip dari relaas pemberitahuan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Hakim tinggi menyatakan Rommy terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu alternatif kedua dan dakwaan kedua alternatif kedua penuntut umum tersebut. Selain itu hakim menjatuhkan hukuman terhadap Rommy menjadi 1 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muchammad Romahurmuziy oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 100 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," bunyi relaas itu.

Sementara itu, pengacara Rommy, Maqdir Ismail, mengatakan telah menerima relaas atau surat pemberitahuan putusan kasus Rommy dari PT DKI Jakarta. Maqdir mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi putusan majelis di tingkat banding itu.

"Tentu kami berterima kasih kepada Majelis Hakim yang sudah menjatuhkan putusan ini, mekipun kami tidak cukup puas, karena menurut hemat kami apa yang didakwakan tidak terbukti secara sah dan menurut hukum. Seharusnya Pengadilan Tinggi berani membebas Pak Romy, meskipun beliau sudah menjalani masa penahanan selama 1 tahun. Masalah masa penahanan ini kan masalah lain," kata Maqdir, kepada wartawan, Kamis (23/4/2020).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2