Pelajar RI Sedunia Dorong Jokowi Pertimbangkan Larangan Mudik

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 19:18 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Foto ilustrasi: Presiden Jokowi, pihak yang dituju PPI Dunia lewat surat terbuka. (Dok. Kantor Staf Presiden)
Jakarta -

Virus Corona masih mewabah, namun hingga kini belum ada larangan tegas terhadap aktivitas mudik. Kekhawatiran penyebaran COVID-19 dari Jakarta ke desa-desa perlu dicegah dengan larangan mudik. Perhimpunan pelajar RI sedunia mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melarang mudik.

"Mendorong pemerintah pusat untuk mempertimbangkan keputusan larangan mudik nasional agar sesuai dengan anjuran menjaga jarak fisik (physical distancing) dan menetap di rumah (stay at home) yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 ke berbagai daerah," demikian kata Perhimpunan Pelajar Indonesia Sedunia (PPI Dunia), dikutip dari situs resmi PPI Dunia, Senin (20/4/2020).

Hal tersebut merupakan poin ke-9 dalam surat terbuka PPI Dunia kepada Pemerintah RI tentang gagasan penanganan pandemi COVID-19. Surat terbuka dibuat di Jakarta, 15 April 2020, ditandatangani Koordinator PPI Dunia, Fadlan Muzakki.

Ada 17 poin pernyataan PPI Dunia dalam surat terbuka ini, meliputi apresiasi PPI Dunia terhadap Perppu tentang Corona, keputusan PSBB dari pemerintah, hingga penetapan kedaruratan masyarakat. PPI Dunia juga mendorong realokasi tunjangan DPR dan DPRD yang tidak bersifat mendesak, demi mengantisipasi wabah akibat virus Corona.

"Memberi masukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar melakukan realokasi tunjangan gaji dan dana operasional lainnya yang dianggap tidak mendesak sebagai upaya penanggulangan COVID-19," demikian bunyi poin ke-6.