Depresi Berat di Sel, Babysitter Perekayasa Diculik Kini Jadi Tahanan Kota

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 14:32 WIB
Wulan saat diperiksa psikolog di ruang tahanan Polda Sumsel (dok. Istimewa)
Wulan saat diperiksa psikolog di ruang tahanan Polda Sumsel (dok. Istimewa)
Palembang -

Babysitter Romiati Wulan (25), ditahan usai merekayasa kasus penculikan dan minta tebusan Rp 200 juta. Penahanan Wulan kini ditangguhkan karena ia depresi berat.

"Tersangka saat ini menjadi tahanan Kota. Ini kita lakukan karena tindakan selama di sel tahanan beresiko tinggi," ujar Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Dikatakan Suryadi, Wulan kerap menangis dan memberontak selama ditahan terkait kasus yang mejeratnya. Bahkan, ia sampai membenturkan kepala ke dinding tahanan.

"Ia memberontak terus, kepalanya selalu dibenturkan ke dinding. Cenderung ingin melukai tubuhnya dan itu cukup beresiko," tegas Suryadi.

Setelah melakukan kajian dengan psikolog Polda Sumsel, penyidik pun akhirnya memutuskan untuk menjadikan Wulan tahanan Kota. Dia diserahkan pada pihak keluarga yang ada di Palembang.

"Proses hukum tetap jalan, tapi penahanan kita buat tahanan. Karena lebih dekat sama kakak kandung, maka kita titip ke sana dan terus kita pantau," kata Suryadi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2