Round-Up

3 Tahun Lalu Diserang, Novel Rasa Kasusnya Belum Terang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 22:10 WIB
Novel Baswedan
Mata kiri Penyidik KPK Novel Baswedan rusak akibat disiram air keras. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Tepat tiga tahun yang lalu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras dan membuat mata kirinya mengalami kerusakan. Kasus ini sudah memasuki tahap persidangan namun Novel merasa kasusnya masih belum terang terungkap.

Novel mengalami insiden penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, yang berjarak sekitar 30 meter dari kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Seusai salat Subuh pukul 05.10 WIB, Novel berjalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ada motor dari belakang yang dinaiki dua orang mendekat. Kemudian orang yang ada di motor itu menyiramkan sesuatu ke arah Novel. Sesuatu yang belakangan diketahui sebagai air keras itu mengenai wajah Novel. Dua orang yang ada di atas motor itu lalu kabur.



Kasus tersebut kemudian lama bergulir hingga pada tanggal 27 Desember 2019 polisi menetapkan tersangka penyiraman air keras terhadap Novel atas nama Ronny Bugis dan Rahmat Kadir. Keduanya lalu menjalani pesakitan di meja hijau dan didakwa secara terpisah. Namun keduanya sama-sama didakwa melanggar Pasal 351 atau Pasal 353 atau Pasal 355 ayat ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa menganggap keduanya bersalah karena telah menyebabkan Novel terluka berat sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan. Selain itu, terdapat juga kerusakan pada selaput kornea mata kiri dan kanan Novel.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3