Round-Up

Jokowi Tutup Peluang Napi Korupsi Bebas karena Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 06:14 WIB
Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Isu pembebasan narapidana kasus korupsi lanjut usia di tengah pandemi virus corona (COVID-19) sempat menjadi polemik. Peluang tersebut kini ditutup Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat terbatas menerima laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jokowi menjelaskan alasan akan membebaskan napi karena overkapasitas lapas dan dikhawatirkan terjadi penularan virus corona. Namun itu ditekankan Jokowi untuk napi tindak pidana umum (tipidum), dan bukan koruptor yang merupakan kasus tindak pidana khusus (tipidsus).

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa untuk napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita. Jadi dalam PP 99 tahun 2012 (Peraturan Pemerintah tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, red) tidak ada revisi untuk ini. jadi pembebasan untuk napi hanya untuk napi pidana umum," kata Jokowi lewat video conference, Senin (6/4).

Jokowi berkaca dari negara-negara lain yang membebaskan napi untuk mencegah penyebaran virus corona. Seperti di Iran dan Brasil yang membebaskan puluhan ribu napi. Kepala Negara mengatakan, pembebasan napi tipidum memiliki syarat ketat.



"Kita juga minggu lalu saya menyetujui, ini juga agar ada juga pembebasan napi karena memang lapas kita yang overkapasitas. Sehingga sangat berisiko mempercepat penyebaran COVID-19 di lapas-lapas kita. Tetapi tidak bebas begitu saja, tentu saja ada syaratnya, ada kriterianya, dan pengawasannya," ujar Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4