Kemenag Sebut Belum Ada Pembatalan Pelaksanaan Haji 2020 dari Saudi

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 09:40 WIB
ilustrasi haji
Foto: Ilustrasi haji (detikcom)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) memastikan kabar tentang pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi akan ditunda, itu tidak benar. Kemenag meluruskan, Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten menyampaikan kabar permintaan untuk menunda pembayaran uang muka kontrak-kontrak haji, bukan penundaan pelaksanaan haji.

"Sekarang ini mengapa rame lagi, itu karena media itu kalau membuat judul misleading. Harusnya mengacu pada sumber primer, sumber wawancara langsung pada menterinya. Itu kan jelas kalimatnya Menteri Haji dan Umroh. Jadi meminta untuk menunda penyelesaian akad-akad atau kontrak haji. Tapi muncul di judul berita itu Saudi meminta menunda haji, itu kan keliru," ujar Jubir Kemenag Oman Faturahman saat dihubungi detikcom, Rabu (1/4/2020).

Oman mengatakan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi soal pembatalan atau penundaan pelaksanaan ibadah haji. Kemenag pun masih terus melakukan komunikasi mengenai pelaksanaan haji dengan pihak Saudi.

"Pertama kalau haji tidak ada menunda, istilahnya membatalkan. Karena haji kan nggak bisa diganti, kalau umroh bisa diganti. Tapi kalau haji, sekali tidak dilaksanakan berarti kan batal. Jadi kalau sudah ada pernyataan dari Kementerian Haji itu membatalkan haji, berarti memang batal," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2