Round-Up

Corona Semakin Gawat, Jakarta hingga Sumut Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 07:10 WIB
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China
Foto ilustrasi darurat Corona: iStock
Jakarta -

Wabah virus Corona (COVID-19) semakin gawat. Sejumlah pemerintah daerah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana virus Corona.

Total per 31 Maret 2020 kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 sudah menembus angka 1.500 lebih kasus.

"Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 114 kasus sehingga menjadi 1.528 kasus," kata Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dalam kanal YouTube BNPB, Selasa (31/3).

Atas kondisi tersebut, beberapa pemerintah daerah dan pemerintah kota telah mengumumkan keputusan memperpanjang masa tanggap darurat bencana virus Corona. Bahkan, ada yang memperpanjang hingga akhir Mei 2020.

Berikut pemerintah daerah dan kota yang telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana Corona:


Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menetapkan status tanggap darurat bencana wabah virus Corona di Sumut. Status tersebut ditetapkan untuk menggantikan siaga darurat bencana non-alam coronavirus disease (COVID-19) yang berakhir kemarin.

Status tersebut ditetapkan lewat SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/174/KPTS/2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Sumut. SK tersebut diteken oleh Edy pada Senin (30/3).

"Sebagaimana diketahui, penetapan status Siaga Darurat Bencana sebelumnya berlaku selama 14 hari," ujar Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, Selasa (31/3).

Riadil mengatakan ada beberapa pertimbangan sehingga Edy menetapkan status tanggap darurat corona. Pertama, kata Riadil, terjadi kenaikan jumlah orang terjangkit sehingga penanganan perlu dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu.

"Dengan demikian maka perlu dilakukan perpanjangan status bencana," jelas Riadil.


Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk perpanjang waktu masa darurat. Pada Sabtu (28/3), Anies mengumumkan kalau masa darurat diperpanjang hingga 19 April 2020.

"Nah kita perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan terus berjalan, karena itu status tanggap darurat di Jakarta, akan kita perpanjang, yang semula tanggal 5 April maka diperpanjang sampai dengan 19 April," kata Anies, dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui akun youtube Pemprov DKI, Sabtu (28/3).

Perpanjangan status itu berlaku bagi para pekerja dan siswa untuk terus mengerjakan pekerjaan di rumah. Begitu juga, kata Anies, untuk tempat wisata di Jakarta.

"Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran pemerintahan, polda, dan kodam yang terkait sipil itu akan terus bekerja di rumah," ujarnya.

"Tempat wisata juga penutupan diperpanjang, kegiatan belajar mengajar diperpanjang, semuanya mengikuti status tanggap darurat sampai tanggal 19 April," sambung Anies.

Angka Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tinggi, WHO Beri Arahan:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3