RI Disebut Dapat Persepsi Terburuk soal Penanganan Corona, Ini Respons Istana

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 05:18 WIB
Ali Mochtar Ngabalin
Foto: Ali Mochtar Ngabalin. (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta -

Indonesia disebut menempati posisi terburuk dalam indeks persepsi kecukupan pemerintah dalam penanganan virus Corona (COVID-19) dibanding negara-negara tetangga. Istana menegaskan pemerintah selama ini telah bekerja secara konkret dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Presiden Jokowi konkret kerja," kata Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Rabu (1/4/2020).

Ngabalin menjelaskan berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani COVID-19. Mulai dari penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat hingga pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

"Indonesia di bawah komando Presiden Jokowi, panglima perang kalau saya sebut. Dia dengan tenang, dengan sabar justru menyiapkan RS khusus untuk penderita COVID-19. Pemerintah juga memberikan jaminan ketersediaan logistik. Pemerintah mendatangkan alat kesehatan, memberikan batuan tambahan untuk pemegang kartu sembako, memberikan bonus untuk tenaga kesehatan. Ini konkret kerja," tuturnya.

Sebagian negara-negara yang dipersepsikan publiknya punya penanganan baik terhadap COVID-19 adalah negara-negara yang memberlakukan karantina wilayah, seperti Malaysia, China dan Italia. Ngabalin justru berpikir sebaliknya. Menurutnya, satu-satunya negara yang berhasil dalam melakukan lockdown hanyalah China.

"Italia, Malaysia, Inggris, sama Amerika. Negara sedemokratis Amerika Serikat semua gagal. Satu-satunya yang berhasil itu Wuhan. Malaysia yang terinfeksi COVID-19 itu justru naik 500% dibanding sebelum lockdown. Italia, setelah sebulan lockdown, penduduknya frustasi. India, baru beberapa hari lockdown, rakyatnya sudah melakukan perlawanan," kata Ngabalin.

Jokowi Harap Dukungan DPR Soal Perppu Penyelamatan Ekonomi dari Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2