Round-Up

Ramai-ramai Kritik Gatot soal Makmurkan Masjid saat Corona Mewabah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 05:44 WIB
Jenderal Gatot Nurmantyo saat hadiri acara Blak-blakan detikcom
Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Rachman Haryanto)

Sedangkan PBNU mengingatkan Gatot tentang hadis tentang lockdown saat wabah di zaman Rasulullah SAW.

"Jadi begini satu MUI juga sudah mempunyai fatwa tentu pasti ada landasannya, landasan bagaimana orang bisa dibolehkan, boleh itu ya namanya oleh bukan wajib. 15 abad yang lalu, Rasulullah telah menyampaikan iza sami'tum biththoun, kalau anda mendengar ada wabah. Bi ardin di satu area di satu tempat di satu tanah di situ, fala tadkhuluha, maka janganlah engkau memasukinya. Wa iza waqoa biardin, ketika terjadi wabah itu di satu tempat wa antum biha, dan anda di tempat itu, fala takhruju minha, maka janglah engkau keluar dari tempat itu, itu artinya totally lockdown," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud saat dihubungi, Kamis (19/3).

Marsudi mencontohkan Arab Saudi yang langsung menutup sementara akses ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saat virus Corona mewabah. Marsudi mengatakan larangan untuk berkumpul itu semata-mata untuk mencegah penyebaran virus semakin luas.

Pihak Istana Kepresidenan juga ikut merespons pernyataan Gatot. Istana berbicara kembali mengenai pesan pesan Presiden Jokowi untuk mencegah penularan dari virus Corona.

"Saya kira kita harus melihat prioritas yaitu mencegah penyebaran, menjaga agar yang sakit tidak menular ke yang sehat. Yang sehat tetap sehat dan terlindungi dari yang sakit. Oleh karena itu saya pikir imbauan presiden sudah sangat tepat dan siapa pun harus mengikuti dan justru mensosialisasikan imbauan tersebut sampai akar rumput," ujar Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian saat dimintai konfirmasi, Rabu (18/3).

Donny mengatakan, imbauan Jokowi untuk beribadah di rumah dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona. Jokowi juga berpesan kepada masyarakat untuk mengurangi secara signifikan aktivitas di luar rumah. Pesan ini bersifat sementara atau situasional.

"Jadi imbauan presiden untuk menjaga agar penyebarannya tidak semakin luas. Semua peluang yang buat COVID-19 menyebar harus diminimalisir. Termasuk juga ibadah dan meskipun ini tidak berlaku seterusnya. Hanya di dalam kurun waktu situasi tanggap darurat yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana," kata Donny.

selanjutnya
Halaman

(knv/isa)