KBRI Riyadh Imbau WNI Tak ke Mekah-Madinah dan Hati-hati Sebar Info Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 07:21 WIB
Muslim worshippers wear masks after the noon prayers outside the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Saturday, March 7, 2020. Few worshippers were allowed to circumambulate the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, over fears of the new coronavirus. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Amr Nabil)
Jakarta -

KBRI Riyadh meneken edaran yang berisi imbauan untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi terkait antisipasi penyebaran virus Corona. WNI diimbau tak melakukan perjalanan ke Mekah, Madinah, hingga Qatif untuk sementara waktu.

Arab Saudi diketahui telah mengkarantina wilayah Qatif dan menghentikan sementara semua layanan umum maupun swasta, kecuali layanan darurat. Dalam keadaan mendesak, WNI yang berada di Qatif maupun kota-kota di Arab Saudi lainnya diminta menghubungi nomor hotline KBRI Riyadh maupun KJRI Jedah.

"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Kota Mekkah, Madinah, dan Qatif," demikian salah satu poin dalam surat edaran dari KBRI Riyadh yang diterima detikcom, Selasa (10/3/2020).

Arab Saudi juga menutup perjalanan laut dan udara ke sembilan negara, yaitu Bahrain, Mesir, Irak, Italia, Kuwait, Lebanon, Korea Selatan (Korsel), Suriah dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. KBRI Riyadh meminta WNI di Arab Saudi tidak menggunakan maskapai penerbangan dari negara-negara tersebut untuk menghindari kendala yang akan timbul.

"Guna menghindari kendala dalam perjalanan ke luar dan masuk ke Arab Saudi, untuk sementara waktu tidak menggunakan maskapai penerbangan dari negara-negara tersebut di atas, antara lain Emirates, Etihad Airways, Kuwait Airways, Gulf Air, Egypt Air," tulis edaran tersebut.

"Serta selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang akan digunakan untuk mengantisipasi pembatalan penerbangan pada saat terakhir sebelum keberangkatan," lanjutnya.

Selain itu, KBRI Riyadh meminta WNI hati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait virus Corona di Arab Saudi. Pasalnya, ada ancaman pidana dan denda sebesar 3 juta riyal untuk penyebar hoax terkait Corona di Saudi.

"WNI di Arab Saudi juga perlu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait virus Corona, mengingat ancaman bagi penyebar hoax di Arab Saudi yang sangat tinggi, yaitu denda SAR 3 juta dan penjara 5 tahun," tulisnya.

Tonton video 2 Warga Albania Pertama Terjangkit Virus Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/aan)