Polres Flores Timur: Tak Ada Pemerasan Kasat Reskrim ke Debt Collector

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 19:44 WIB
Ilustrasi soal pembunuhan debt collector, tidak berhubungan dengan berita. (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi soal debt collector, tidak berhubungan dengan berita. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Dugaan Kasat Reskrim Polres Flores Timur, polisi berpangkal AKP inisial JFS, memeras penagih utang (debt collector) dinyatakan pihak kepolisian tidak berdasarkan terbukti. Terkait uang yang diduga diminta AKP JFS kepada debt collector, didasari kesepakatan kedua belah pihak.

"Sudah ada (hasil pemeriksaan Propam). Hasil pemeriksaan terhadap debt collector bahwa tidak ada pemerasan," kata Kapolres Flores Timur AKBP Denny Abrahams saat dihubungi detikcom, Kamis (20/2/2020).

Denny menuturkan pihak debt collector sendiri memiliki dana operasional untuk setiap kegiatan penarikan mobil. Dana itulah yang diributkan sebelumnya.

"Adapun (uang, red) diberikan kepada kasat reskrim itu merupakan kesepakatan berdua dan ikhlas, karena itu merupakan dana operasional yang sudah ada di setiap penarikan kendaraan," sambung Denny.

Denny menuturkan debt collector yang sebelumnya mengaku diperas pun sudah meralat keterangannya. Debt collector telah membuat pernyataan tertulis.

"Ada juga pernyataan yang dibuat diatas meterai dari dept collector tersebut," ujar Denny.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3