Cari Jejak Tewas Balita Yusuf, Anjing Pelacak Berulang Kali Mau Masuk Parit

Suriyatman - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 19:58 WIB
Anjing pelacak disertakan dalam penyelidikan kasus tewasnya balita Yusuf yang jasadnya ditemukan tanpa kepala di Samarinda (Suriyatman/detikcom)
Anjing pelacak disertakan dalam penyelidikan kasus tewasnya balita Yusuf yang jasadnya ditemukan tanpa kepala di Samarinda (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Tifa, seekor anjing pelacak dari unit Satwa K-9 Ditsabhara Polda Kaltim disertakan dalam penyelidikan kasus tewasnya Muhammad Yusuf Ghazali (4). Tifa dilibatkan untuk mencari kemungkinan jejak langkah balita Yusuf.

Balita Yusuf yang merupakan murid di pendidikan anak usia dini dan tempat penitipan anak Jahnatul Athfal diduga tewas terjatuh ke parit dan ditemukan tanpa kepala. Namun jasadnya ditemukan di sebuah parit yang jaraknya 4,5 km dari lokasi PAUD.

Petugas mengerahkan Tifa di sekitar PAUD. Petugas membawa sepatu yang terakhir dipakai balita Yusuf yakni pada tanggal 22 November 2019 lalu. Tifa terlihat terus mengendus sekitar PAUD yang terletak di belakang kantor Lurah Gunung Kelua Samarinda Ulu.

"Anjing tadi berputar-putar di ruang kelas kemudian menuju parit dan kemudian keluar ke arah parit yang besar, prediksi petugas kalau memang digendong atau dibawa orang harusnya anjing tidak menuju keluar sekolah," kata Ketua RT 14, Subhan, kepada detikcom usai mendampingi petugas kepolisian melakukan olah TKP, Selasa (18/2/2020).

Kasus ini menarik perhatian publik. Subhan berharap lewat penyelidikan lanjutan ini, semua misteri kematian balita Yusuf terungkap.

"Kita berharap dengan kehadiran anjing pelacak dari Polda Kaltim ini kasusnya mulai terang, tidak ada lagi prasangka yang macam macam terkait kematian adik Yusuf," kata Subhan.

Penyelidikan di lokasi diikuti Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP M Aldi Harjasatya, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda M Ridwan, dan sejumlah penyidik dari Polda Kaltim dan Polresta Samarinda.

Polisi unit Satwa K-9 Ditsabhara Polda Kaltim, Bripka F Panjaitan, mengatakan setelah dilakukan pelacakan menemukan dugaan yang sama. Anjing itu selalu mengarah ke selokan, titik diduga tempat jatuhnya Yusuf.

"Kalau korban dibawa orang pastinya anjing akan mengarah ke jalan raya bukan ke parit. Karena anjing ini akan mengikuti bau yang ada di sepatu milik korban," kata F Panjaitan.

Selanjutnya
Halaman
1 2