Sopir Angkot Tolak Bus 'Anti-lampu Merah', Dishub Medan Akan Sosialisasi

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 19:17 WIB
Ilustrasi Medan -- Menara air Medan (Haris Fadhil/detikcom)
Ilustrasi Medan -- Menara air Medan (Haris Fadhil/detikcom)
Medan -

Sopir angkot menolak rencana hadirnya bus 'anti-lampu merah' di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memastikan kehadiran bus 'anti-lampu merah' tak akan merugikan angkot.

"Angkot-angkot itu nanti akan kita jadikan sebagai trigger. Sistemnya, barang (bus) yang kita bentuk ini, itu adalah sifatnya bukan barang substitusi, bukan barang pengganti. Tapi barang komplementer, sebagai pelengkap. Kalau selama ini ada nasi, mereka datang sebagai ikan," kata Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, dihubungi detikcom, Jumat (7/2/2020).

Iswar mengatakan bus dengan skema buy the service (BTS) ini hanya melayani penumpang di jalur-jalur utama. Kehadiran angkot tetap dibutuhkan masyarakat.

"Nggak, mereka (angkot) sebagai trigger. Dia (bus anti-lampu merah) kan hanya di jalur-jalur utama. Namun, untuk tetap mencapai itu (jalur utama) kan harus naik angkot. Kan bukan dari rumahnya," sebut Iswar.

Dia mengatakan bus ini dihadirkan untuk kepentingan masyarakat. Iswar menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada publik.

"Kita tidak mungkin juga mempertahankan kondisi yang ada sekarang ini. Perlu penyempurnaan. Ke depan, kita akan lakukan sosialisasi, itu udah pasti. Banyak metodenya nanti kita sosialisasinya. Intinya, kita melihat secara makro, lebih luas," ujar Iswar.

Iswar juga menyebutkan, dalam uji coba kemarin, pihaknya ingin melihat desainnya seperti apa. "Terus kita melihat kendala-kendalanya apa. Sehingga kita lebih detail mengetahui hal-hal apa lagi yang harus kita antisipasi ke depan saat operasional nanti," ujar Iswar.

Rencananya, bus 'anti-lampu merah' ini akan dioperasikan mulai April 2020. Bus ini bakal anti-lampu merah karena setiap bus hendak lewat, lampu lalu lintas bakal menjadi hijau.

"Moda transportasi ini berbeda dengan moda transportasi lainnya karena memiliki teknologi. Dengan teknologi yang dimiliki, setiap kali mau melintasi traffic light, lampu langsung berubah hijau sehingga bus tidak berhenti. Dengan demikian, warga yang menggunakan jasa moda transport ini tidak akan pernah terjebak dengan lampu merah," ujar Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kamis (6/1).

Bus ini rencananya bakal melintas di lima koridor. Berikut ini daftarnya:

Koridor 1: Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka (46 halte)
Koridor 2: Lapangan Merdeka-Terminal Amplas (56 halte)
Koridor 3: Belawan-Lapangan Merdeka (112 halte)
Koridor 4: Tuntungan-Lapangan Merdeka (87 halte)
Koridor 5: Tembung-Lapangan Merdeka (42 halte)

(jbr/jbr)