Sidang Suap Emirsyah Satar

Saksi Ungkap Rekomendasi Direksi Garuda Saat Pengadaan Pesawat Bombardier

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 19:18 WIB
Kesaksian eks pejabat Garuda Indonesia dalam persidangan dengan terdakwa Emirsyah Satar.
Kesaksian eks pejabat Garuda Indonesia dalam persidangan dengan terdakwa Emirsyah Satar. (Foto: Faieq Hidayat/detikcom)
Jakarta -

Mantan Vice President Internal Audit PT Garuda Indonesia, Sri Mulyati mengatakan rapat direksi merekomendasikan untuk pengadaan pesawat milih Embraer tipe E-190, bukan Bombardier tipe CRJ1000. Pemilihan pesawat Embraer tipe E-190 disebut memenuhi kriteria.

"Rekomendasi pesawat Embraer," kata Sri Mulyati saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Kriteria pemilihan pesawat Embraer yang dimaksud Sri Mulyati berupa, economic, financing, performance, passenger appeal dan market & infrastructure. Namun rapat selanjutnya, tim pengadaan pesawat berubah memilih Bombardier tipe CRJ1000.

"Dalam review itu saya katakan tim inkonsisten, akhirnya kembali pada penilaian kriteria terhadap BOD (Board Of Director). Ada tim yang tidak konsisten dalam kriteria," jelas dia.



Saksi lain mantan Direktur Produksi PT Garuda Indonesia Puji Nur Handayani juga dihadirkan dalam sidang. Puji mengaku salah satu anggota tim pengadaan pesawat yang memilih Embraer.

Hakim anggota Anwar pun membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Puji soal pembelian pesawat Embraer atau Bombardier. Berikut BAP Puji yang dibacakan hakim Anwar.

"Seingat saya waktu itu Emirsyah Satar menyampaikan pendapat dengan kalimat yang pada intinya kok kalian memberikan usulan pesawat yang lebih mahal kepada direksi, bisa diperkarakan ini, saya bisa paling pertama yang dipanggil KPK. Seingat saya beliau juga menyampaikan kalau soal harga sudah pasti, tapi kalau yang lain masih asumsi. Bagaimana ini?" kata hakim.

Simak video Irfan Setiaputra Akan Lebur 'Anak Cucu' Garuda ke Induknya:

Selanjutnya
Halaman
1 2