Sayangkan Kompol Rosa Dikembalikan ke Polri, WP KPK Ungkit Prestasi OTT KPU

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 10:48 WIB
Yudi Purnomo
Yudi Purnomo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wadah Pegawai KPK menyayangkan pengembalian Kompol Rosa Purbo Bekti ke instansi Polri. WP KPK menyebut pengembalian itu dilakukan secara sepihak karena Rosa tak pernah menerima surat pemberhentian sebagai penyidik KPK.

"Mas Rosa tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK ataupun diantarkan pihak KPK ke Mabes Polri untuk dikembalikan," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo dalam keterangannya, Rabu (5/2/2020).

WP KPK mengaku sudah menginformasikan langsung kepada Rosa soal surat pemberhentian itu. Menurut Yudi, saat ini Rosa masih ingin bekerja di KPK.

"Bahwa Mas Rosa masih ingin bekerja sebagai penyidik KPK, apalagi sudah ada pernyataan dari Mabes Polri menyatakan bahwa Mas Rosa tidak ditarik karena masa tugasnya masih sampai September 2020," ujarnya.

Yudi menyebut semestinya KPK tak mengembalikan Rosa ke Polri. Dia menilai KPK seharusnya memberi penghargaan atas kinerja Rosa.

"Kami menyayangkan pengembalian sepihak dan tiba-tiba ini karena seharusnya Mas Rosa diberikan penghargaan atas prestasinya mengungkap kasus korupsi, seperti OTT KPU kemarin. Sehingga pengembalian ini seharusnya dibatalkan karena Mabes Polri pun tidak masalah Kompol Rosa tetap bekerja di KPK," ucapnya.

"Karena gaji Mas Rosa di KPK bulan Februari 2020 tidak dibayarkan sehingga tidak bisa untuk menafkahi keluarga, kami sudah menyampaikan kepada Mas Rosa, pegawai KPK siap urunan membantu untuk biaya sekolah anak, biaya berobat, transportasi, dan biaya lainnya yang mendesak," imbuh Yudi.

Sebelumnya, Polri dan KPK memberi keterangan yang bertolak belakang tentang status Kompol Rosa. Polri menyebut Kompol Rosa tidak ditarik karena masa tugasnya di KPK baru berakhir pada September 2020.

Sementara itu, KPK menyebut Rosa sudah dikembalikan ke Polri sejak Januari. Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Rosa juga sudah dihadapkan ke Polri.

"Rosa sudah diberhentikan dari penyidik KPK bersama Saudara Indra sesuai dengan surat keputusan komisi terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020 dan sudah dihadapkan ke Mabes Polri pada tanggal 24 Januari 2020. Penghadapan kedua penyidik KPK ke Polri, sama dengan proses pengembalian 2 jaksa PNYD (pegawai negeri yang dipekerjakan) ke Kejaksaan RI," kata Firli, kepada wartawan, Selasa (4/2).

Simak Video "Dewas Minta Pandangan Mahfud untuk Perkuat Posisi di KPK"

[Gambas:Video 20detik]

(abw/gbr)