Terdakwa Suap Impor Bawang Izin Berobat Malah Facial, Jaksa KPK Protes

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 18:19 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih Elviyanto dan Mirawati Basri (berjilbab) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Mirawati Basri (mengenakan jilbab hitam) (Ari Saputra/detikcom)

Sementara itu, Mirawat membantah telah melakukan facial saat izin berobat di RSPAD Jakarta. Menurut Mirawati, sejak ditahan di rutan cabang KPK, kulitnya merasa gatal dan iritasi sehingga harus menjalani pengobatan.

"Kalau muka iritasi semua dibersihkan sama dokter pakai obat, saya mencari dokter kulit dan kelamin perempuan, sehingga kami direkomendasikan ke dokter Rita dan dokter Lili di RSPAD, makanya saya ke sana," kata Mirawati.

Mirawati juga mengatakan bahwa pengobatan dibiayai oleh keluarga karena rekeningnya diblokir KPK. Dia menegaskan tidak melakukan facial muka di RSPAD.

"Jadi bukan saya mau facial, bukan buang duit, sudah dibayar sama keluarga saya yang mulia," ujar dia.

Dalam perkara ini, Dhamantra didakwa menerima suap sebesar Rp 3,5 miliar dari Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung. Nyoman didakwa itu bersama dengan Mirawati dan Elviyanto terkait kuota impor bawang putih.

Ketiganya didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Halaman

(fai/dhn)