Muhammadiyah Temui Mahfud, Diskusi Pancasila sebagai Kesepakatan Bangsa

Muhammadiyah Temui Mahfud, Diskusi Pancasila sebagai Kesepakatan Bangsa

Kadek Melda Luxida - detikNews
Senin, 16 Des 2019 18:35 WIB
Muhammadiyah Temui Mahfud, Diskusi Pancasila sebagai Kesepakatan Bangsa
Menko Polhukam Mahfud Md dan perwakilan APHTN, Muhammadiyah Aidul Fitriciada. (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta - Pengurus Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara (APHTN) Muhammadiyah menemui Menko Polhukam Mahfud Md. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendiskusikan soal Pancasila sebagai kesepakatan dalam bernegara.

"Diskusi masalah buku ini Negara Pancasila sebagai Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah. Ini intinya menyatakan negara kesepakatan negara perjanjian yang sama yang dibangun dengan Nabi Muhammad dulu, terbuka terhadap perbedaan, melindungi semua golongan," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Mahfud mengatakan negara Pancasila sudah final bagi kader Muhammadiyah. Dia mengatakan Kemenko Polhukam akan mendukung Muhammadiyah untuk kegiatan-kegiatan pengembangan studi fikih berkaitan keislaman, fikih tata negara, demokrasi, hak asasi, dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Negara Pancasila sebagai pilihan bangsa Indonesia yang di dalamnya banyak tokoh-tokoh Islam itu sudah final bagi teman-teman Muhammadiyah, seperti halnya final bagi seluruh bangsa Indonesia," tambah Mahfud.

Di lokasi yang sama, perwakilan APHTN Muhammadiyah Aidul Fitriciada Azhari mengatakan buku tersebut merupakan hasil muktamar Muhammadiyah di Makassar. Buku itu dibahas bersama Mahfud karena persoalan Pancasila terus mengemuka.


Dia mengatakan ada tiga buku yang dibahas bersama Mahfud. Dia berharap pokok pikiran tersebut jadi pemikiran publik. Eks Ketua Komisi Yudisial (KY) ini mengatakan

"Umat Islam itu harus menerima Pancasila sebagai perjanjian yang sudah selesai dan di atas perjanjian itulah umat Islam sudah harus memberikan kesaksian bahwa negara yang dibangun ini adalah negara yang memang harus dimakmurkan. Diarahkan menuju Darussalam tadi menuju kesejahteraan dan keamanan," ujar Aidul.
Halaman 2 dari 1
(jbr/dhn)


Berita Terkait