Pemprov DKI Akan Copot TGUPP Rangkap Jabatan, DPRD Minta Gaji Dikembalikan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 09 Des 2019 23:29 WIB
Sekda DKI Saefullah (Fida/detikcom)
Sekda DKI Saefullah (Fida/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons soal anggota TGUPP, Haryadi, yang merangkap jabatan sebagai dewan pengawas rumah sakit. Pemprov DKI akan mencopot Haryadi sebagai bagian dari evaluasi.

"Berdasarkan catatan minor, akan kami lakukan evaluasi. Misalnya double job pasti jadi catatan penting dan tidak akan terulang. Tidak enak sekali didengarnya orang menikmati dua kali honor dari APBD. Pasti kita pastikan didrop," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DPRD DKI Jakarta Saefullah saat rapat Badan Anggaran RAPBD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).


Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyarankan agar honorarium yang diterima Haryadi di TGUPP selama rangkap jabatan dikembalikan.

"Ditekankan di rapat Banggar ini, untuk dikembalikan dari mulai kapan dia TGUPP (sekaligus) rangkap, harus fair juga," kata Prasetio kepada wartawan seusai rapat Banggar di gedung DPRD DKI Jakarta.


Diketahui, rapat Banggar DPRD DKI memutuskan anggota TGUPP dikurangi dari 67 menjadi 50 orang. Rencana anggaran yang awalnya Rp 19,8 miliar pun harus disesuaikan.

"Lima puluh orang, disusut kan (anggaran) nanti kelihatan angkanya. Yang mana yang disusut sudah ada pergubnya, pokoknya 50 orang, nanti dihitung," kata Prasetio.

Selanjutnya
Halaman
1 2