detikNews
Minggu 01 Desember 2019, 23:46 WIB

Laporan Dari Madrid

Wamen LHK Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Perubahan Iklim

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Wamen LHK Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Perubahan Iklim Foto: Wamen LHK Alue Dohong (Mei Amelia Rahmat/detikcom)
Madrid - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong akan memimpin delegasi RI dalam konferensi perubahan iklim (UNFCC-COP25) yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol. Indonesia membawa sejumlah agenda penting dalam negosiasi tersebut.

Konferensi perubahan iklim yang mengangkat tema 'Time for Action' tersebut diselenggarakan di IFEMA de Madrid, Spanyol pada tanggal 2-13 Desember 2019. Konferensi ini akan diikuti oleh 196 negara, termasuk NGO dan para aktivis lingkungan dari pelbagai belahan dunia.

Indonesia sendiri memiliki posisi penting dalam penentuan kesepakatan-kesepakatan terutama dalam menghadapi Paris Agreement yang akan diselenggarakan pada 1 Januari 2020 mendatang. Sejumlah negosiator disiapkan untuk memperkuat kedudukan RI dalam sidang negosiasi.


"Sampai hari ini kita hampir siap semua baik yang berupa substansi negosiasi, maupun soft diplomatic khususnya lewat pavilion Indonesia. Kita punya negosiator hampir 40-50 yang terbagi dalam 13 tematik negosiasi yang akan kita perjuangkan di COP25," jelas Alue kepada wartawan di IFEMA de Madrird, Spanyol, Minggu (1/12/2019).

Ada sejumlah agenda penting yang akan disampaikan oleh partisipan dalam konferensi kali ini. Salah satunya rencana ambisi terkait mengurangi pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius yang akan dibahas dalam Paris Agreement 2020.

Wamen LHK Pimpin Delegasi RI dalam Konferensi Perubahan IklimFoto: Pavilion Indonesia (Mei Amelia Rahmat/detikcom)

Indonesia sendiri menekankan dua mekanisme terkait artikel 6 dalam Paris Agreement 2020, yakni mekanisme pasar dan nonpasar.

"Dan tentu mekanisme pasar ini bisanya yang paling hangat negosiasinya, karena kegunaan mekanisme pasar dalam mencapai Paris Agreement itu sangat dinamis. Ada beberapa negara yang sependapat dan ada juga yang tidak sependapat," tutur Alue.


Selain negosiasi diplomatik, Indonesia juga mengedepankan diplomasi lunak melalui penampilan pavilion Indonesia. Di pavilion tersebut, akan ada 43 sesi talkshow yang dihadiri oleh global eminent person, di antaranya seperti Al Gore, Prof. Jefrrey Sachs, Sir Nicolaus Stern.

Pavilion Indonesia sendiri memiliki tema 'Climate Change Actions fol All: Time, Scale, Impact'. Sejumlah atraksi kesenian hingga makanan tradisional Indonesia akan meramaikan pavilion Indonesia. Pavilion Indonesia sendiri tergolong unik, karena mengedepankan aksen ramah lingkungan seperti ornamen yang terbuat dari bambu.
(mei/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com