Anies soal Kasus Anggota Satpol PP Bobol ATM: Itu Tindakan Pribadi

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 18:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rahel Narrda/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rahel Narrda/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebastugaskan anggota Satpol PP yang diduga melakukan pembobolan ATM. Anies mengatakan perbuatan tersebut merupakan tindakan pribadi.

"Mengenai substansi persoalan yang menjelaskan adalah bank, OJK dan polisi, karena ini adalah tindakan pribadi, bukan kaitan pekerjaan. Sebagai aparat Pemprov DKI mereka dibebastugaskan, karena ada ini (persoalan hukum), tapi substansi bukan kewenangan saya," ujar Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).


Anies menyebut enggan menjelaskan soal substansi kasus tersebut. Menurutnya, penjelasan itu dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Karena penjelasan itu harus ada dari OJK dan kepolisian, karena merekalah yang mengawasi soal perbankan," kata Anies.

"Ini kan kejadiannya ada di sebuah ATM, saya tidak mau bicara substansi. Jangan sampai penjelasan dari saya tidak punya dasar, kan saya tidak memeriksa orangnya, tidak periksa ATM, tidak periksa teknologi, tidak boleh saya bicara di situ. Biar OJK yang bicara, karena bank itu soal kepercayaan, jadi saya harap penjelasan OJK yang solid," sambungnya.




Simak Video "Satpol PP Bobol ATM Bank DKI, Kerugian Capai Rp 50 Miliar"




Anies mengatakan, sebagai atasan, dia hanya punya kewenangan untuk membebastugaskan anggota Satpol PP yang terlibat dugaan pembobolan ATM. Anies menyebut anggota Satpol PP itu dibebastugaskan hingga kasus hukum selesai.

Sebelumnya diketahui, anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MR diduga melakukan penarikan uang di ATM tanpa mengurangi saldo alias membobol ATM.


Polda Metro Jaya menyebutkan ada puluhan orang pelaku pembobolan ATM yang melibatkan oknum Satpol PP. Namun sampai saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap para pelaku.

"Hasil pemeriksaan awal ternyata berkembang menjadi 41 orang yang sudah melakukan. Tapi sampai sekarang belum ditahan, masih dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/11).

Yusri mengatakan ke-41 orang itu tidak semuanya berprofesi sebagai Satpol PP. Polisi saat ini masih memeriksa saksi-saksi terkait kasus itu. (dwia/idn)