Memahami Radikal sampai Akar, Identik dengan Terorisme?

Menyoal Radikal

Memahami Radikal sampai Akar, Identik dengan Terorisme?

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 14:34 WIB
Ilustrasi Makna Radikalisme di KBBI V (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi Makna Radikalisme di KBBI V (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Kini istilah 'radikal' tengah disoal. Penggunaan istilah ini sering dikaitkan dengan terorisme. Begini makna radikal seasli-aslinya.

Pertama, mari kita tengok Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016.

Kata 'radikal' bermakna 'secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip)'. Nomor dua, radikal adalah istilah politik yang bermakna 'amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan)'. Arti selanjutnya, radikal juga berarti 'maju dalam berpikir atau bertindak'.


Selain sebagai istilah politik, istilah radikal dipakai sebagai istilah kimia yang berarti gugus atom yang dapat masuk ke berbagai reaksi sebagai satu satuan yang bereaksi seakan-akan satu unsur saja.

KBBI membedakan kata 'radikal' dengan 'radikalisme'. Radikalisme punya tiga arti, pertama, 'paham atau aliran yang radikal dalam politik'. Kedua, 'paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis'. Ketiga, 'sikap ekstrem dalam aliran politik'.


Dapat dilihat, unsur kekerasan sudah masuk pengertian radikalisme. Tujuan penggunaan kekerasan untuk mengubah kondisi sosial-politik secara drastis. Unsur kekerasan ini juga lekat kaitannya dengan terorisme, karena dalam KBBI, 'terorisme' dimaknai sebagai 'penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror'.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4