Round-Up

PKS Menolak Diacak-acak Gelora

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 08:15 WIB
Gedung DPP PKS (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Gedung DPP PKS (Foto: Ari Saputra/detikcom)


"Buat yang baru seperti PSI misalkan kan fair ide-ide baru tokoh-tokohnya tokoh-tokoh baru, ya monggo silakan orang bebas kok berdemokrasi. Ini lagi lihat aja nanti didukung masyarakat atau tidak," tegasnya.

Anis Matta sendiri tak menyangkal jika disebut pernah berkonflik dengan PKS. Namun, Anis menegaskan dibentuknya Partai Gelora bukan karena dirinya sakit hati dengan bekas partainya itu.


"Saya tidak menafikan bahwa kami punya konflik dulu di PKS ya. Ini ada Pak Fahri juga di sini. Ini fakta yang tidak bisa kita ingkari. Tapi kami tidak bekerja dengan latar sakit hati," kata Anis di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

PKS Menolak Diacak-acak GeloraKetum Gelora Anis Matta dan Waketum Gelora Fahri Hamzah. Keduanya ialah mantan elite PKS (Nur Azizah-detikcom)

Sementara, Fahri yang juga inisiator Partai Gelora mengklaim banyak kader PKS yang bergabung ke partainya. Fahri mengatakan mereka yang pindah kebanyakan atas kesadaran diri masing-masing. Selain itu, menurutnya banyaknya kader PKS yang pindah karena suasana internal partai yang sudah tak kondusif.

"Banyak. Apa boleh buat, kan? Pokoknya beginilah, teman-teman yang memahami bahwa di tempat yang lama itu mereka mengalami stagnasi ya, karena kebuntuan pikiran. Ya kan? Kita coba kita pakai akal sedikit saja," ujar Fahri saat ditemui di Hotel Regis Arion, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11).


Wagub Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi, jadi catatan paling mencolok soal fenomena kader PKS pindah ke Gelora. Usai hengkang ke Gelora, Hadi didapuk menjadi Ketua Partai Gelora wilayah Kaltim.

Hadi dilantik langsung oleh Anis Matta pada Sabtu (9/11) setelah penandatanganan akta pembentukan Partai Gelora. Kepengurusan Partai Gelora menurutnya akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM pada awal Januari 2020.
Halaman

(jbr/jbr)