Jokowi Dinilai Hanya Cari Alasan Tak Terbitkan Perppu KPK karena Gugatan MK

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 07:52 WIB
Oce Madril (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai proses uji materi UU KPK di Mahkamah Konstitusi (MK) dan tidak mencampuradukkan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Pernyataan tersebut dinilai Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM sebagai alasan untuk tidak segera menerbitkan Perppu KPK.

"Saya kira presiden nampaknya mencari-cari alasan saja ya. Alasan itu juga tidak tepat. Justru secara hukum, alasan seperti itu sangat tidak tepat. Justru bisa mengaburkan esensi hukum itu sendiri. Kita tidak tahu juga apa ini dalam rangka mengulur-ulur waktu lalu masyarakat lupa," kata Ketua Pukat UGM Oce Madril saat dihubungi, Sabtu (2/11/2019) malam.


Oce menuturkan proses uji materi di MK bisa berjalan sendiri-sendiri dengan Perppu KPK. Jokowi dinilainya bisa mengeluarkan Perppu KPK dalam keadaan memaksa.

"Sebenarnya proses juudicial review tidak kaitannya, itu kan berjalan sendiri-sendiri ya. Peppu itu adalah kewenangannya presiden selama memang situasinya memaksa sehingga presiden bisa mengeluarkan Perppu," tutur Oce.

Oce mengatakan seandainya Perppu KPK tetap akan bisa berlaku sebelum ada keputusan MK. Dia menilai Perppu tersebut tidak akan terintervensi dengan keputusan dari MK.

"Saya cukup meyakini, JR ini atau UU ini, tidak akan diotak-atik oleh Mahmaka Konstitusi," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2