Selain Minta Jokowi Turun, Orator Aksi Mujahid 212 Juga Bicara Khilafah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 16:53 WIB
Suasana Aksi Mujahid 212 (Lamhot Aritonang/detikcom)


"Takbir, Allahuakbar. Siap berjuang menegakkan syariat Islam? Siap berjuang menegakkan khilafah Islam? Siap membela ulama? Siap berjuang membebaskan negeri ini dari penjajahan imperialis?" sambung dia.

Panitia mengatakan Aksi Mujahid 212 mengangkat empat isu, yaitu memprotes pemerintahan Presiden Jokowi soal rentetan demonstrasi mahasiswa, penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif, penanganan kerusuhan di Papua, dan penanganan karhutla yang dinilai lamban.

Sebelumnya, dalam aksi ini, orator juga sempat mengangkat isu soal ambulans yang diduga membawa batu dalam aksi pelajar di sekitar gedung DPR pada Rabu (25/9) malam. Namun Aksi Mujahid 212 ini beda dengan demo mahasiswa.


Dalam Aksi Mujahid 212 ini, orator juga menuntut agar Presiden Jokowi lengser dari jabatannya. Hal tersebut disampaikan salah satu orator, Sugi Nur Raharja (Gus Nur), saat berorasi dari atas mobil komando.

"Pak Jokowi, pasti Pak Jokowi nonton ini, pasti motoi (memfoto). Pak Jokowi, Pak Luhut, siapa pun nonton ini. Aku tahu, pasti suaraku nggak didengerin, tapi nggak masalah. Pilihannya hanya dua. Mundur sekarang atau nanti," ungkap Gus Nur saat berorasi pagi tadi di Patung Kuda, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019).

Massa bentangkan bendera raksasa bertulis kalimat tauhidMassa membentangkan bendera raksasa bertulis kalimat tauhid. (Lamhot Aritonang/detikcom)

Gus Nur terus berbicara agar Jokowi mundur dari posisinya sebagai presiden. Namun ia tak menjelaskan alasan mengapa meminta Jokowi mundur.


"Pak Jokowi, mundur sekarang hina, mundur nanti tambah hina. Kalau Anda lanjutkan ini, wallahi tambah terhina, negara ini tambah hina. Kalau mundur sekarang, saya yakin rakyat, umat, Indonesia ini, walau sesakit-sakitnya hati ini akan tetap akan memaafkan," tuturnya.

"Tapi aku bingung. Jujur. Kalau mundur siapa penggantinya. Aku sudah nggak percaya sama siapa pun. Bingung aku. Aku sing (yang) maju ya? Nek (Kalau) aku sing maju, karo (dibanding) Pak Jokowi, aku nggak kalahlah," lanjut Gus Nur.
Halaman

(jbr/fdn)