Round-Up

Daftar Panjang Praktik Kotor Diungkap KPK soal Urusan Impor

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 06:55 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang terakhir diungkap KPK terungkap adanya permainan rasuah terkait kuota impor ikan. Urusan impor-imporan ini ternyata bukan yang kali ini dibongkar KPK.

OTT itu dilancarkan KPK pada Senin, 23 September 2019, malam dengan menangkap seluruh direksi pada Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Namun pada akhirnya KPK hanya menetapkan Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda sebagai tersangka, sedangkan 2 direktur lainnya yaitu Direktur Keuangan Arief Goentoro dan Direktur Operasional Farida Mokodompit hanya sebagai saksi.




"Peranan yang lain itu ya kita belum bisa sebagai penerima langsung tidak langsung. Baru nanti kita lihat pengembangannya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang keesokan harinya.

Risyanto diduga menerima suap melalui perantara dari Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa. PT NAS disebut sebagai importir ikan yang masuk daftar hitam sejak 2009. Namun Mujib memutar otak dengan mendekati Risyanto. Terjadilah kesepakatan jahat antara keduanya.

"Saat itu disepakati bahwa MMU (Mujib Mustofa) akan mendapatkan kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo," sebut Saut.

"Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo," imbuhnya.




Atas hal itu Risyanto mendapatkan USD 30 ribu dari Mujib melalui perantaranya. Namun selain itu KPK menduga bila Risyanto juga pernah menerima uang sebelumnya dari importir ikan lain.

Kembali pada topik mengenai kasus-kasus yang diungkap KPK terkait impor. Berikut data yang dihimpun detikcom:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3