Guru Besar UGM Beberkan 5 Alasan Perlunya RUU KUHP Disahkan

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 11:14 WIB
Prof Edward Omar Syarief Hiariej (Eddy Hiariej) (dok.antara)
Jakarta - Guru besar hukum pidana UGM, Prof Eddy OS Hiariej menyatakan Indonesia sudah saatnya memiliki KUHP sendiri karena sudah 74 tahun merdeka. Menurutnya, ada lima alasan kuat mengapa RUU KUHP itu disahkan DPR sebelum 30 September 2019 ini.

"Pertama, KUHP lama tidak menjamin kepastian hukum," kata Eddy, Kamis (5/9/2019).


Sejak Indonesia merdeka tahun 1945 hingga sekarang, Indonesia belum pernah menetapkan terjemahan resmi wetboek van strafrecht (nama asli KUHP). Dampaknya, terjadi ketidakpastian yang serius karena terjemahan KUHP berbeda-beda. Tidak hanya menyangkut unsur delik, tetapi juga menyangkut ancaman pidana.

"Padahal, KUHP telah dipakai untuk menghukum jutaan orang," cetus Eddy.