Ketua KPK Yakin Jokowi akan Dengar Masukan Masyarakat soal Capim

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 20:46 WIB
DOK.detikcom/Ketua KPK Agus Rahardjo/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo percaya Presiden Joko Widodo akan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum menyerahkan nama-nama capim KPK ke DPR untuk uji kepatutan dan kelayakan. Alasannya, Agus meyakini Jokowi masih memiliki komitmen menguatkan pemberantasan korupsi.

"Pimpinan KPK dan segenap insan di KPK percaya Presiden Joko Widodo mendengar suara-suara masyarakat tersebut dan akan memilih calon yang terbaik. Kami juga meyakini Presiden masih tetap berkomitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi untuk Indonesia yang lebih baik," kata Agus kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Agus mengaku mendengar banyaknya masukan yang meminta Jokowi memilih capim berintegritas sebelum diuji di DPR. Masukan-masukan itu menurut Agus berasal dari berbagai kalangan mulai tokoh nasional, guru besar hingga koalisi masyarakat sipil.





"Banyak sekali tokoh-tokoh bangsa lain menyampaikan harapannya agar KPK diselamatkan dan proses seleksi pimpinan KPK benar-benar dapat menghasilkan orang-orang berintegritas dan bukan orang-orang bermasalah yang jika dipilih bukan tidak mungkin akan merusak KPK dari dalam dan menghancurkan harapan pemberantasan korupsi ke depan," ujarnya.

Selain itu, Agus mengatakan, dalam proses seleksi capim, KPK sudah membentuk tim membantu Pansel menelusuri rekam jejak para capim. Menurut Agus, KPK menemukan sejumlah temuan-temuan terkait rekam jejak para capim KPK.

"Telah disampaikan juga bahwa kami menemukan sejumlah calon memiliki rekam jejak yang bagus, namun memang ada sejumlah temuan juga yang kami sampaikan, misal: ketidakpatuhan dalam pelaporkan LHKPN; dugaan pelanggaran etik; dugaan perbuatan menghambat penanganan kerja KPK; dugaan penerimaan gratifikasi, dan catatan lainnya," sebut dia.





"Penelusuran rekam jejak itu jelas dapat kami pertanggungjawabkan metode dan hasilnya. Bahkan KPK juga telah mengundang Panitia Seleksi untuk melihat bukti-bukti pendukung jika memang dibutuhkan. Sedikit banyak, kami berprasangka baik, Pansel pasti membahas temuan-temuan tersebut secara internal," imbuhnya.


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2