detikNews
2019/08/29 11:45:22 WIB

Video UAS Soal 'Perlunya Minta Maaf' Diviralkan, TPUA Anggap Tak Relevan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 3
Video UAS Soal Perlunya Minta Maaf Diviralkan, TPUA Anggap Tak Relevan Ustaz Abdul Somad (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Baru-baru ini beredar potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad yang diambil di bagian mengenai pentingnya meminta maaf. Sekjen Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Pitra Romadoni menyatakan potongan video itu sengaja disebar untuk menjatuhkan ulama dari Riau itu.

"Memang sengaja orang mau menjatuhkan Ustaz Somad. Dicari kesalahannya. Nggak ada manusia ini yang sempurna. Saya minta kepada masyarakat yang ingin menjatuhkan Ustaz Somad, jangan cari keributan di antara umat beragama. Para provokator ini akan kita ambil tindakan hukum," kata Pitra saat dihubungi, Kamis (29/8/2019).

Video Ustaz Somad berdurasi 2 menit 14 detik yang disebarkan di media sosial itu dinarasikan soal pentingnya minta maaf. Dalam video tersebut, Ustaz Somad menyebutkan sejumlah sosok yang tidak pernah minta maaf karena sombong seperti Firaun, Namrudz, dan Qarun. Ustaz Somad menyebut sosok yang paling pantas menjadi tauladan ialah Nabi Muhammad SAW. Dia mengatakan Nabi Muhammad dalam suatu waktu pernah meminta maaf yang dilakukan secara terang-terangan dengan naik ke mimbar. Ustaz Somad lalu membacakan sebuah hadis yang artinya 'Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi'. Selain Nabi Muhammad, Ustaz Somad juga menyatakan Nabi Adam juga bisa diteladani dalam pengakuan dosa.


Diketahui, TPUA bersama Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Dewan Persaudaraan Relawan sempat melaporkan balik Sudiarto yang mempolisikan Ustaz Somad ke Bareskrim Polri. Menurut mereka, Sudiarto melakukannya pencemaran nama baik karena menyebarkan bukti laporan di media sosial.

Laporan itu dibuat pada Selasa (20/8). Mereka menilai pelaporan yang dilakukan Sudiarto sudah membuat nama baik Ustaz Somad tercemar. Pitra termasuk salah satu yang datang ke Bareskrim saat itu.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com