Kongres PDIP akan Susun Strategi, Target Hattrick Menangi Pemilu 2024

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2019 16:44 WIB
PDIP menggelar diskusi 'Akankan PDIP kembali Mencatatkan Sejarah Kemenangan di Tahun 2024'. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - PDIP akan menyiapkan beberapa instrumen untuk meraih kemenangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. PDIP menargetkan tiga kali berturut-turut (hattrick) mendapatkan suara terbanyak sejak Pemilu 2014.

"Sebenarnya belum bisa menjawab apakah PDIP mencatat sejarah kemenangan di tahun 2024. Berbagai instrumen yang harus dicermati oleh PDIP," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat diskusi 'Akankan PDIP kembali Mencatatkan Sejarah Kemenangan di Tahun 2024' di kantor DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Hasto mengatakan PDIP akan mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, tanggapan dari pengamat politik, dari kader di daerah, serta dari media akan menentukan arah partai ke depan.
"Maka kami selalu mendengarkan berbagai tanggapan dari para pengamat politik, juga dari grassroot, dari media. Itu instrumen bagi kami yang menurut kami sangat penting untuk mencermati arah perkembangan ke depan," kata dia.

Hasto juga bercerita tentang sejarah perjuangan PDIP selama 32 tahun berada di luar pemerintah. Namun PDIP terus mencoba melakukan perbaikan, dari mempertahankan ideologi partai, semangat gotong-royong, hingga meningkatkan jiwa kepemimpinan.

"Pak Jokowi menyimpulkan bahwa PDIP bisa survive karena yang pertama adalah ideologi itu sendiri. Kami bergerak dengan ideologi dan membangun kepentingan-kepentingan partai," lanjutnya.
"Yang kedua, kekuatan gorong-royong yang dimiliki partai, sehingga tidak punya kabinet selama dua periode pun PDIP bisa survive," ucapnya.

Selanjutnya, untuk Pemilu 2024, Hasto mengatakan akan melakukan persiapan. Hal itu akan dibahas pada kongres PDIP pada 8-11 Agustus mendatang.

"Untuk 2024, akan kami persiapkan dengan sebaik-baiknya dan rakyat yang akan menentukan. Dan proses terus membangun organisasi jauh lebih penting dari pada popularitas perorangan, itu yang dilakukan oleh PDIP," kata Hasto.

"Jadi jawabannya (menang atau tidak di 2024) tunggu hasil kongres," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan PDIP untuk mempertahankan kemenangan partai pada 2024. Ada tiga hal yang menjadi pokok perhatian yang harus dilakukan.

"Bagaimana potensi untuk mencetak hattrick? Ada dua tantangan yang harus jadi bahan diskusi di kongres," kata Burhan.

Menurutnya, PDIP disarankan mencari pengganti sosok Jokowi di partai. Menurutnya, ketokohan Jokowi sangat mempengaruhi suara PIDP.
"Di 2024, Jokowi sebagai kader utama PDIP tidak bisa maju lagi. Saat yang sama, PDIP punya mimpi cetak kemenangan tiga kali berturut-turut," lanjutnya.

Burhan juga mengingatkan, di Indonesia, tak ada sebuah parpol yang terus dominan. Data empiris ini jadi tantangan PDIP.

"Kedua, kalau kita lihat data empiris yang terjadi adalah proses mediokerisasi partai politik, apa itu? Lama-kelamaan tidak ada partai yang sangat dominan," kata Burhan.
Selanjutnya, PDIP disarankan mencari caleg yang populer di kalangan masyarakat. Menurutnya, ketokohan partai mampu mempengaruhi perolehan suara hingga 60 persen. Dia mengatakan PDIP sudah berupaya mempopulerkan beberapa nama caleg di Pemilu 2019.

"Tantangan ketiga, implikasi dari yang pertama politik elektoral di Pileg makin lama makin personalitisasi, 3 pemilu terakhir pemilih yang mencoblos caleg atau partai plus caleg itu kurang-lebih kisarannya 69-70 persen. Hanya 29-30 persen yang mencoblos partai," kata dia.




Tonton Video Mega Undang Prabowo Datang ke Kongres PDIP:

[Gambas:Video 20detik]

(lir/jbr)