detikNews
2019/07/19 15:52:42 WIB

10 Kericuhan di Pengadilan: Dari Hakim Dibunuh hingga Kobra Disebar

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
10 Kericuhan di Pengadilan: Dari Hakim Dibunuh hingga Kobra Disebar Foto: ruang sidang dimana pengacara TW menyerang hakim (dok. Istimewa)
Jakarta - Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) heboh usai pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal Chaniago, memukul hakim Sunarso ketika sidang masih berjalan. Aksi Desrizal ini pun dinilai sebagai penghinaan terhadap lembaga peradilan (contempt of court). Namun ternyata, aksi ricuh dan penghinaan terhadap pengadilan bukan kali ini saja terjadi.

Sebagaimana diketahui, Kamis (18/7/2019) sore, Desrizal menyerang majelis saat hakim masih membacakan putusan. Desrizal maju ke meja hakim dan menyerang hakim Sunarso memakai tali ikat pinggangnya. Selain Sunarso, hakim lain pun ikut terluka akibat serangan tersebut.

Akibat ulah Desrizal ini, ia dilaporkan hakim Sunarso ke Polres Jakpus atas tindakan penghinaan terhadap lembaga peradilan (contempt of court). Saat ini status Desrizal sudah menjadi tersangka.


Untuk diketahui, sebetulnya aksi-aksi ricuh di pengadilan bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Sejumlah aksi penghinaan terhadap lembaga peradilan pun pernah mewarnai sejarah lembaga peradilan kita. Di antaranya:

1. Bunuh Hakim di Ruang Sidang

Pada tahun 2005, Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Jawa Timur pernah dibikin heboh oleh aksi penusukkan pada hakim. Aksi itu dilakukan oleh Kolonel (Laut) M. Irfan.

Peristiwa penusukan ini terjadi pada Rabu (21/9/2005). Tepatnya usai hakim membacakan putusan sidang perdata atas gugatan pembagian harta gono-gini yang diajukan M Irfan. Entah setan apa yang merasuki benak M Irfan, tiba-tiba ia mengambil pisau sangkurnya yang ada di luar sidang. Tidak lama kemudian, Irfan masuk kembali ke ruang sidang dan langsung meghampiri istrinya, Ny Eka Suhartini.

Tanpa basa-basi, Irfan menusuk istrinya itu. Ny Eka terkapar bersimbah darah. Melihat kejadian itu, M Taufiq, hakim anggota yang tinggal di Jalan Menanggal, Surabaya mencoba melerai aksi penyerangan M Irfan. Alih-alih menolong, Taufiq justru ikut diserang Irfan.

Akibat serangan itu, nyawa Taufiq tidak tertolong ketika akan dilarikan ke rumah sakit. Demikian pula yang terjadi pada Ny Eka. Perempuan berumur 44 tahun yang tinggal di Taman Asri Utara, Waru, Sidoarjo ini tewas seketika. Usai membunuh, Irfan langsung diamankan oleh Detasemen Polisi Militer (DENPOM) dan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL).

Hakim anggota lainnya, Basuni dan Muhammad Toha juga sempat diserang oleh Irfan. Namun beruntung, nyawa mereka terselamatkan. Atas perbuatannya, Irfan dihukum penjara seumur hidup.

2. Pembunuhan Usai Sidang di PN Jakpus

Pada tahun 2008, persidangan pernah berujung pada pembunuhan. Tepatnya, pada Selasa (21/10) di PN Jakpus persidangan kasus pembunuhan manajer Diskotek Klasik, Didik Pontoh dengan terdakwa James Venturi diwarnai kericuhan. Kericuhan terjadi usai sidang. Satu orang tewas akibat aksi baku hantam dan penusukkan.

Korban tewas itu bernama Stanley Mukua yang merupakan warga, Pasar Senen Jakarta Pusat. Stanley diduga tewas setelah ditusuk tiang bendera.

3. Bentrok di depan PN Jakarta Selatan

Pada tahun 2010, pernah terjadi bentrok massa di depan PN Jaksel. Bentrokan itu diduga karena dua kubu pendukung dalam sidang kasus pembunuhan di Klub Blowfish saling melempar makian. Bentrok itu terjadi tepatnya pada Rabu (29/9).

Setidaknya, dalam bentrokan tersebut dilaporkan tiga orang tewas. Sedangkan aparat polisi juga ikut terluka ketika hendak mengurai aksi bentrok massa.

Akibat aksi ini, polisi pun telah menetapkan tiga orang tersangka yang diduga menjadi perencana aksi dan penganiayaan. Mereka disangkakan pasal 170 KUHP, pasal 160 KUHP serta UU darurat.

5. Kerusuhan Usai Sidang di PN Temanggung

Pada tahun 2011, sidang di PN Temanggung, Jawa Tengah menyebabkan kerusuhan. Sidang ini terkait kasus penistaan agama yang menjerat Antonius Bawenga.

Terdakwa divonis tuntutan 5 tahun penjara. Namun, vonis hakim ini dinilai oleh beberapa kelompok massa terlalu ringan. Akhirnya, vonis tersebut justru memicu kerusuhan. Setidaknya, sejumlah mobil dan sepeda motor dibakar oleh massa. Bahkan, salah satu gedung gereja di sekitar PN Temanggung hangus terbakar.


Salah seorang pria yang diduga sebagai otak kerusuhan pun diamankan. Pria tersebut bernama Syihabuddin. Dia pun sudah mendapat vonis hukuman penjara satu tahun dari PN Semarang.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com