detikNews
2019/07/06 21:03:14 WIB

Round-Up

Ansar Pelaku Inses Diproses Polisi, Warga Ingin Hukum Adat Jadi Sanksi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ansar Pelaku Inses Diproses Polisi, Warga Ingin Hukum Adat Jadi Sanksi Foto: Pernikahan sedarah warga Sulsel, kakak peristri adik kandung (Dok. Istimewa)
Jakarta - Peristiwa nikah sedarah atau inses kakak adik di Bulukumba, Ansar dan Fitriani, membuat geram warga kampungnya. Mereka meminta Ansar dan Fitriani diberi sanksi dengan hukum adat.

Perbuatan Ansar itu sudah dilaporkan ke polisi oleh istri sah Ansar, Herfina. Laporan yang disampaikan Herfina adalah dugaan perzinaan.

"Iya, telah kami telah terima laporan dari istri pria bernama Ansar. Dia dilaporkan atas dugaan perzinaan," kata Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, Selasa (2/7).


Polisi pun masih mengejar Ansar yang disebut berada di Kalimantan. Selain itu, polisi juga menyelidiki dugaan dokumen palsu di pernikahan itu.

"Pasal yang disangkakan adalah perzinaan dengan ancaman hukuman 9 bulan, namun tidak menutup kemungkinan pada saat terlapor menggunakan dokumen palsu hingga terbitlah buku nikah yang baru, maka bisa kita kembangkan ke arah selanjutnya," kata Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan di Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7).



Warga kampung asal Ansar dan Fitriani pun geram usai mengetahui hukuman yang bakal diterima keduanya jika terbukti bersalah melakukan zina adalah sembilan bulan. Mereka meminta agar Ansar dan Fitriani dihukum adat dengan diikat dan ditenggelamkan ke laut.

"Kami harapkan kedua pelaku ini dihukum seberat-beratnya. Kemarin laporannya masuk delik perzinaan dengan ancaman 9 bulan. Ini tidak bisa membayar rasa malu keluarga. Dulu orang seperti ini dihukum dengan cara diladung (diikat dan ditenggelamkan ke laut)," kata salah satu kerabat istri sah Ansar, Syamir, Sabtu (6/7/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com