detikNews
2019/07/04 20:40:40 WIB

Kiprah Denny Indrayana: Digandeng Prabowo Lalu Di-hire Anies

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kiprah Denny Indrayana: Digandeng Prabowo Lalu Di-hire Anies Denny Indrayana (Screenshoot 20detik)
Jakarta - Denny Indrayana ditunjuk Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjadi kuasa hukum Pemerintah Provinsi DKI untuk menangani sengketa lahan Stadion BMW. Belum lama berlalu, Denny juga menjadi pengacara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam gugatan hasil Pilpres 2019, meski gugatannya ditolak semua oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sidang di MK itu merupakan satu jejak dari kiprah panjang Denny di dunia hukum. Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, Denny mengawali karir sebagai dosen di UGM. Saat mengambil pendidikan doktor di Australia, analisisnya wira-wiri menghiasi media massa, terutama soal korupsi.

Dia juga ikut mendirikan Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM. Kiprahnya di dunia hukum terus bersinar. Denny dipanggil SBY menjadi staf khusus presiden di usia 34 tahun, kemudian Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH), dan terakhir sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Denny meraih gelar profesor di bidang hukum tata negara di usia 38 tahun.


Setelah masa tugas SBY berakhir, bintang Denny perlahan meredup. Bahkan Denny, yang dulu aktivis antikorupsi, malah menjadi tersangka kasus korupsi payment gateway Kemenkum HAM. Status itu masih ia sandang hingga saat ini.

Dia tampil sebagai pengacara dalam kasus korupsi yang menyeret megaproyek Meikarta. Dia menjadi kuasa hukum pengembang proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU).

Pada masa Pemilu 2019, Denny menjadi salah satu pengacara Prabowo-Sandiaga untuk bertarung di MK. Denny dan kawan-kawan gagal memenangi gugatan itu. MK menolak semua gugatan Prabowo-Sandi.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com