Membaca Lengkap Sengitnya Debat Hakim MK-BW-Luhut Soal Dramatisasi Saksi

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 19 Jun 2019 08:52 WIB
Sidang MK (grandy/detikcom)

BW:
Tapi apakah kita menjamin bahwa kekerasan akan muncul tidak di ruangan sidang ini? Pasca dia memberikan persidangan? Jadi, ada soal seperti itu, Pak Anggota Majelis Hakim. Justru kami hadir karena orang yang kami hubungi itu mengatakan seperti itu, Pak. Saya bilang, "Saya enggak bisa
memberikan jaminan itu."


Saya konsultasi, kami konsultasi ke LPSK dan kemudian setelah kami konsultasi ke LPSK, ada 2 opsi, Pak. Kalau memang kami diperintahkan,
kami akan lakukan. Atau diambil alih oleh MK dan dia menjadi lembaga ini menjadi subordinatnya untuk menjalankan fungsi pengamanan itu karena itu kalau di LPSK bisa sampai 6 bulan, Pak, perlindungannya itu. Dan itu yang terjadi, perlindungan saksi itu tidak hanya di ruangan sidang, Pak Ketua, dan Bapak Anggota, maksud saya. Jadi, itu. Saya yakin kalau penegasan tadi luar biasa, Pak. Saya yakin semua orang yang mau menjadi saksi sekarang menjadi terbuka lebar dan mudah-mudahan kemudian tertarik untuk menjadi saksi.

Hakim MK Saldi Isra:
Pak Bambang, itu kalau kebutuhannya ada di kebutuhan Mahkamah. Tapi kan, tadi sudah dijelaskan bahwa karena ini ada para pihak, kewajiban itu ada di para pihak. Kami, Mahkamah, mampu memberikan perlindungan itu di sini. Kan, ini kan, juga didengar oleh banyak aparat, ya?

Ada juga kewajiban bagi aparat untuk memberikan perlindungan seperti itu. Jadi, soal yang di sini kan, kita sama-sama pernah punya pengalaman di Mahkamah Konstitusi, Pak Bambang.
Membaca Lengkap Sengitnya Debat Hakim MK-BW-Luhut Soal Dramatisasi Saksi

Jadi, tidak perlu terlalu didramatisirlah yang soal-soal begini.

Pokoknya yang di dalam ruang sidang, besok semua saksi yang Pak Bambang hadirkan itu keamanan, keselamatannya akan dijaga oleh Mahkamah.

BW:
Ada keterbatasan, Pak Hakim Anggota, waktu kami konsultasi. Yang LPSK bisa lakukan kalau itu berkaitan dengan tindak pidana. Dan kalau itu tidak berkaitan dengan tindak pidana, itu ada masalah.

Mahkamah ini adalah Mahkamah yang sangat diharapkan, saya akan mengajukan persoalan ini untuk diselesaikan. Kalau memang kemudian ini tidak mampu diselesaikan, ini bukan kesalahan Mahkamah. Itu mungkin masalah kita bersama. Saya tidak ingin menyudutkan Mahkamah, tapi ini adalah fakta yang sesungguhnya terjadi.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6