992 Ekstasi Diselundupkan ke Bali via Travel, Bentuknya Parcel Hati

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 05 Mei 2019 16:34 WIB
Foto: Komang dan parcel hati modus penyelundupan ekstasi (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - BNN Provinsi Bali mengungkap penyelundupan 992 ekstasi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Paket ekstasi ini diselundupkan dalam bentuk parcel seserahan.

"Jalur Jawa, Surabaya, pelakunya Komang Sudarma. Jadi mereka ini kita pahami mereka pengiriman dari Surabaya lewat suatu kendaraan travel," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Putu Gede Suastawa di kantornya, Jl Kamboja, Denpasar, Bali, Minggu (5/5/2019).


Suastawa mendapat informasi tersebut petugas yang melakukan pemantauan dari Pelabuhan Ketapang lalu ikut ke dalam travel tersebut dengan berpura-pura sebagai penumpang. Saat tiba di Denpasar, Sabtu (4/5) diketahui penerima barang bernama Komang.

"Jadi diterima langsung oleh si Komang ini jumlahnya 992 butir ekstasi, dan 300,27 gram sabu. Tujuan mereka pengiriman ini tetep di Bali," jelas Suastawa.

Dari penggeledahan ratusan ekstasi dan sabu itu disembunyikan dalam parcel berbentuk hati, mirip seperti kotak seserahan. Suastawa menyebut ini merupakan alibi yang biasa digunakan para penyelundup narkotika.

"Dimasukkan ke sini (parcel), sebagai modus operandi dan alibi. Seperti kiriman bunga seperti ultah," tuturnya.


Kepada petugas, Komang mengaku sudah mengedarkan barang haram itu sebanyak tiga kali. Beruntung pada pengiriman ketiga ini petugas berhasil menggagalkannya.

"Belum sempat diedarkan, dalam rentang satu tahun 3 kali. Peran kurir tapi dia pengguna berat. Patut diduga dia sebagai pengedar di tingkat menengah," ujar Suastawa.

992 Ekstasi Diselundupkan ke Bali via Travel, Bentuknya Parcel HatiFoto: Komang dan parcel hatinya (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Tak hanya itu, penggeledahan juga dilanjutkan di rumah tersangka di Jl Jayagiri XI No 2, Denpasar. Di rumah sopir freelance itu juga disita dua ponsel dan buku tabungan BCA.

Suastawa tak menjelaskan detail ketika ditanya apakah Komang merupakan anggota jaringan Lapas Madiun. Namun, pihaknya tetap bakal mengembangkan kasus ini hingga ke jaringan lapas.

"Hanya penyalur, belum kita kembangkan sejauh itu, tapi jaringan ini jaringan Jawa-Bali. Ada indikasi ke sana (LP Madiun), cuma saya harus kroscek ke sana," ujarnya.


Selain mengamankan Komang, BNNP juga menangkap dua kurir narkotika bernama Iwan Boris Marbun dan David Purba. Dari Iwan dan David diamankan ganja seberat 427 gram bruto, dan dua ponsel.

Atas perbuatannya Iwan dan David dijerat dengan pasal 114 (1) atau Pasal 111 (1) UU No 35/2009 tentang narkotika. Sementara Komang dijerat dengan pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) UU No 35/2009 tentang Narkotika. (ams/gbr)