Detik-detik Hercules Ngamuk Jelang Sidang Vonis di PN Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mar 2019 18:55 WIB
Hercules (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Hercules Rozario Marshal ngamuk menjelang sidang vonis di PN Jakarta Barat (Jakbar). Selain itu, Hercules juga geram sebab diperlakukan berlebihan terkait pengamanan dari Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Jakbar.

Pengacara Hercules, Anshori Thoyib, menceritakan mengenai dua insiden tersebut. Hercules awalnya turun dari mobil tahanan dan hendak dibawa ke ruangan sidang PN Jakbar.



Namun, Hercules mendadak naik pitam sebab sejumlah wartawan mengabadikan momen kedatangannya. Dia kemudian meminta para wartawan itu untuk pergi.

"Pada waktu Hercules turun dari mobil, dia tidak mau difoto, dia usir, wartawan diusir, pergi, jangan sampai meliput, liput di ruang sidang saja," kata Anshori saat dihubungi, Selasa (27/3/2019).



Anshori menyebut kliennya tak melakukan kontak fisik dengan para wartawan yang tengah meliput. Menurut Anshori, Hercules hanya mengusir para wartawan tersebut.

"Nggak ada (kontak fisik), halau aja. 'Pergi, ngapain foto-foto saya, pergi', diusir aja," ujar Anshori menirukan omongan Hercules.



Insiden kedua terjadi saat Hercules masuk ke ruang sidang. Hercules merasa diperlakukan berlebihan karena petugas kepolisian yang mengawalnya membawa senjata laras panjang.

"Padahal di ruang sidang itu tidak boleh siapa pun bawa senjata toh, tidak diperbolehkan itu UU. Tidak boleh masuk bawa senjata," ujar Anshori.



Anshori mengatakan Hercules merasa diperlakukan seperti seorang teroris dan seorang penjahat besar. Tim kuasa hukum, menurut Anshori, sempat berencana mengajukan protes kepada hakim namun sidang saat itu belum dimulai.

"Itu Hercules merasa dirinya kayak apa aja,a kaya teroris, kayak penjahat besar. Di situ dia tidak terimanya. Makanya dia minta keluar. Sebelum Hercules bertindak, kami juga sudah mau bertanya kepada hakim kenapa kok diizinkan tapi kan sidang belum dimulai," ucapnya.

Anshori berharap insiden marah-marah Hercules itu menjadi pelajaran agar ruang sidang steril dari polisi bersenjata laras panjang. Menurut dia, pengawalan terhadap Hercules tidak perlu berlebihan.

"Dia tidak menerima bahwa di dalam ruang sidang itu ada petugas yang membawa senjata laras panjang, dikawal terus. Padahal di dalam ruang sidang nggak perlu kan pengawalan, harusnya steril," imbuhnya.



Seperti diketahui, Hercules mendapat divonis hukuman 8 bulan penjara. Hercules dinyatakan terbukti melakukan penyerobotan area PT Nila Alam di Kalideres, Jakbar.

Tonton Video 20Detik: Jelang Sidang Vonis, Hercules Ngamuk di PN Jakbar

[Gambas:Video 20detik]





(knv/fdn)