DetikNews
2019/03/27 05:00:31 WIB

Round-Up

Isu 17 April dan Jalan Tengah Tarif MRT

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Isu 17 April dan Jalan Tengah Tarif MRT MRT Jakarta (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Penentuan tarif MRT Jakarta diwarnai bumbu-bumbu politik. Isu ini sempat dilontarkan Anies Baswedan hingga dibantah Prasetio Edi Marsudi. Hingga akhirnya ada jalan tengah untuk tarif MRT.

Kemarin, Senin (25/3/2019), rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) di gedung DPRD DKI Jakarta memutuskan tarif MRT Rp 8.500 rata-rata dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Tapi bagi Anies, tarif itu belum final.

"Karena itu harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan. Sekali ditetapkan maka dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang. Karena itu jangan menentukan harga mikir 17 April (hari Pemilu 2019), jangan. Jangan menentukan harga mikir kepuasan hari ini," ujar Anies kepada wartawan di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Selasa (26/3/2019).



Pernyataan Anies ditepis Fraksi PDIP DKI. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, memastikan pembahasan tidak ada hubungan dengan pemilu.

"Nggak ada urusan dengan itu (pemilu), urusannya itu transportasi massal, transportasi yang ditunggu warga Jakarta, maka perlu segera diberlakukan agar warga Jakarta bisa menikmati transportasi yang modern," ucap Gembong.

Anies saat menjajal integrasi MRT-TransJakarta / Anies saat menjajal integrasi MRT-TransJakarta / Foto: Agung Pambudhy


Hingga akhirnya, Anies ditemani Sekda DKI Jakarta Saefullahh dan beberapa pejabat lain siang tadi berkunjung ke Ruang Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di lantai 10 Gedung DPRD. Pertemuan sebelum paripurna DPRD DKI itu dilakukan tertutup dari wartawan.

Lalu, pada sekitar pukul 14.30 WIB, Anies bersama Prasetio keluar bersama dari ruangan. Mereka tidak hentinya memamerkan senyum bersama. Di sela skors paripurna, Anies dan Prasetio lalu memberi keterangan bersama sambil menunjukkan tabel harga MRT dengan tanda paraf gubernur dan ketua DPRD DKI Jakarta. Anies menyebut tabel itu telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

"Alhamdulillah, kita diskusikan bersama di ruang Pak Ketua DPRD DKI Jakarta dan seperti saya sampaikan, MRT ini moda transportasi yang baru di Indonesia. Penghitungan mendasarkan pada stasiun. Alhamdulillah, ini tabelnya," ucap Anies.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed