DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 14:33 WIB

Nurullita Bantah Baper: Kalau Bercanda, Kok Saya Dikeluarin dari Grup WA?

Jabbar Ramdhani - detikNews
Nurullita Bantah Baper: Kalau Bercanda, Kok Saya Dikeluarin dari Grup WA? Nurullita (kiri) dan kuasa hukumnya, M Rizki (kemeja batik), di gedung Kemenaker, Jakarta Selatan. (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Pimpinan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi (PPLA) Merry Puspitasari mengatakan rekan-rekan kantor hanya bercanda kepada Nurullita (40) soal perbedaan pilihan di pilpres. Nurullita mengatakan dirinya tak mungkin dikeluarkan dari grup chat perusahaan jika mantan pimpinan dan rekan-rekannya itu hanya bercanda.

"Kalau bercanda, kenapa saya dikeluarin dari grup kantor? Padahal hari Senin itu saya masih bekerja. Saya selesaikan tugas saya," ujar Nurullita saat dihubungi, Jumat (22/3/2019).

Perempuan yang akrab disapa Lita atau Upu itu ingat pada Senin (25/2) pagi dirinya berangkat ke kantor. Merry kemudian tiba di kantor sekitar pukul 09.30 WIB. Begitu tiba, Merry menyatakan memecat Lita.


"Jam 09.30 WIB itu saya dipecat, saya tanda tangani surat pemecatan. Dan itu banyak saksi karena di situ ada 2 lantai. Saya masih dalam keadaan bekerja 09.30 WIB. Dia hadir, dia datang, 'Upu, kamu saya pecat. Siapa lagi nih yang paslon nomor 01? PPLA tidak bisa terima paslon 01, PPLA 212.' Sambil bekerja saya hanya bisa berucap, 'astagfirullahalazim,'" ucap dia.

Lita mengatakan, setelah itu, Merry meminta bagian accounting membuat surat pemecatan dan mengeluarkan gaji Lita tiga bulan sebagai pesangon. Lita sempat menangis sebelum menandatangani surat pemecatannya.

Dia mengaku bersahabat dengan Merry. Dia tak menduga perbedaan pilihan membuat persahabatannya rusak.


"Setelah itu, dia ngomong ke accounting, 'Tolong buatkan surat pemecatan, pesangon tiga bulan gaji keluarkan.' Kemudian setelah itu saya dipanggil ke ruangan dia di atas. Saya baca dulu, saya tanda tangan, saya menangis, saya peluk dia, saya minta maaf, kalau memang kita beda pilihan, jadi seperti ini, jadi rusak persahabatan," ingatnya.

Sehari sebelumnya, Minggu (24/2) pukul 15.14 WIB, grup WhatsApp (WA) perusahaan tempat Lita dulu bekerja ramai karena ada yang mengirimkan foto Lita dalam acara capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Foto tersebut merupakan foto profil WA Lita.

Foto inilah yang kemudian memicu eks pimpinan perusahaan Lita bekerja berwacana mengeluarkan Lita dari grup. Eks pimpinan dan rekan-rekan Lita pun berkomentar soal foto tersebut. Dia mengatakan screenshot percakapan di WA tersebut akan ditunjukkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).


"Saya hanya minta keadilan. Saya menjunjung hak saya di sini. Saya tidak membawa siapa pun, tidak bicara paslon di sini. Karena saya excited datang di acara Pak Jokowi sebagai presiden. Saya tidak membawa siapa-siapa, tidak menghujat siapa-siapa. Tapi dia malah menghujat di grup situ. Tapi saya diam," ucap Lita.

Pada Kamis (21/3) kemarin, Nurullita didampingi Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo) mengadu ke Kemenaker soal pemecatannya yang dilakukan pada 25 Februari lalu. Sehari sebelum dipecat, Nurullita menghadiri acara relawan bersama capres petahan Jokowi di Sentul, Bogor.

Keesokan harinya, Nurullita langsung dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Joko Widodo.


Sementara itu, pihak perusahaan membantah ada pemecatan secara sepihak. Pihak perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.

"Nggak ada pemecatan, orang dia yang keluar sendiri," kata Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari saat dihubungi detikcom, Kamis (21/3).
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed