DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 11:54 WIB

Nurullita Ungkap Bukti Dipecat Perusahaan karena Dukung Jokowi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Nurullita Ungkap Bukti Dipecat Perusahaan karena Dukung Jokowi Foto: Nurullita (tengah) dan kuasa hukumnya, M Rizki (kemeja batik) di gedung Kemenaker, Jakarta Selatan. (Bil Wahid-detikcom)
Jakarta - Nurullita (40) heran dengan pernyataan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi (PPLA) yang membantah telah memecat dirinya. Nurullita mengungkap bukti-bukti bahwa dirinya dipecat dari PT PPLA karena perbedaan pilihan di Pilpres 2019.

"Jadi kalau dia bilang saya mengundurkan diri, saya ada pesangon kok. Ada tertulis, pesangon PHK. Saya punya bukti otentik. Mengundurkan diri nggak dapat pesangon kan?" kata Nurullita saat dihubungi, Jumat (22/3/2019).

Nurullita akan menunjukkan bukti-bukti itu saat mediasi yang akan difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan pada Selasa (2/4) nanti. Dia juga mengatakan punya bukti lain untuk membantah pernyataan pihak PT PPLA yang menyebutkan keluar dari perusahaan karena terbawa perasaan (baper).
Nurullita mengatakan dia akan menunjukkan bukti bahwa pemecatan atas dirinya semata-mata terjadi karena dirinya memilih mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Sehingga kemudian dirinya mendapatkan perundungan (bullying) terhadap rekan kerjanya di PT PPLA.

"Nggak (karena baper) dong, ini harga diri," ucapnya. Apa saja bukti itu?

Surat Pemecatan dan Pesangon

Nurullita mengatakan diminta menandatangani surat pemecatan pada Minggu (25/2) lalu. Selain surat, Nurullita juga mengaku diberi uang pesangon setelah tanda tangan surat pemecatan.
"Saya masih dalam keadaan bekerja 09.30 WII. Dia hadir, dia datang 'Upu, kamu saya pecat. Siapa lagi nih yang paslon nomor 01? PPLA tidak bisa terima paslon 01, PPLA 212'. Sambil bekerja saya hanya bisa berucap 'astaghfirullahalazim'," ucap Nurullita.

"Setelah itu dia ngomong ke accounting 'tolong buatkan surat pemecatan, pesangon tiga bulan gaji keluarkan'. Kemudian setelah itu saya dipanggil ke ruangan dia di atas. Saya baca dulu, saya tanda tangan, saya menangis, saya peluk dia, saya minta maaf 'kalau memang kita beda pilihan, jadi seperti ini, jadi rusak persahabatan'," sambungnya.

Screenshot Percakapan Grup WA

Nurullita juga tak terima disebut baper karena dicandai di grup WhatsApp. Dia akan menunjukkan bukti percakapan yang ada di dalam grup.
Hal ini untuk menunjukkan bahwa terjadi bullying terhadap dirinya. Pengacara Nurullita, M Rizki, mengatakan kliennya punya bukti berupa screenshot percakapan di WA.

"Di-bully dulu di grup dari hari Minggu sampai Senin jam 08.00. 'Pilihnya Jokowi, kerjanya di sini malu dong'," katanya.

Dalam mediasi tersebut, Nurullita mengatakan tak akan mau bila nantinya ditawarkan bekerja kembali di PT PPLA. Nurullita melaporkan pemecatan sepihak hanya karena beda pilihan politik ini agar tak ada peristiwa yang dialami orang lain.
"Harapan saya kenapa saya melapor, supaya tidak ada Nurullita lain. Biar bebas memilih tanpa terintimidasi. Saya secara tidak langsung mewakili Nurullita-Nurullita lain," tuturnya.

Pada Kamis (21/3) kemarin, Nurullita siang didampingi Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo) mengadu ke Kemenaker soal pemecatannya dilakukan pada 25 Februari lalu. Sehari sebelum dipecat, Nurullita menghadiri acara relawan bersama capres petahan Jokowi di Sentul, Bogor.

Keesokan harinya, Nurullita langsung dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Joko Widodo.
"Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. 'Kamu memilih Jokowi, tapi kamu mencari makan di sini, malu dong,' itu kalimat terakhir dia (atasan)," kata Nurullita menirukan ucapan atasannya.

Sementara itu, pihak perusahaan membantah ada pemecatan secara sepihak. Pihak perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.

"Nggak ada pemecatan, orang dia yang keluar sendiri," kata Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari saat dihubungi detikcom, Kamis (21/3).
"Kalau ada pemecatan pasti ada surat. Bu Lita ada surat nggak diterima sama dia? Orang dia keluar, keluar sendiri. Tahu-tahu ada berita, saya jadi bingung," sambungnya.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed