DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 08:55 WIB

Fadli Zon Jawab Walhi yang Buka-bukaan soal Prabowo Kuasai Hutan Aceh

Tsarina Maharani - detikNews
Fadli Zon Jawab Walhi yang Buka-bukaan soal Prabowo Kuasai Hutan Aceh Fadli Zon (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengungkapkan perusahaan perkebunan PT Tusam Hutani Lestani (PT THL), yang dibangun di lahan di Aceh Tengah milik Prabowo Subianto, tak melaksanakan kewajiban. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membela.

"Saya terus terang tidak tahu persis. Tapi setahu saya, di sana itu memang termasuk wilayah bekas konflik ya. Sekarang juga kondusif, bisa diterima dan dipakai warga setempat. Tidak ada masalah setahu saya. Warga lokal juga ikut mengelola itu," kata Fadli saat dihubungi, Senin (18/2/2019).


Direktur Walhi Aceh M Nur mengatakan PT THL memiliki izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman industri (IUPHHK-HTI) berdasarkan SK.556/KptsII/1997 dengan luas area kerja 97.300 hektare. Izin perusahaan tersebut akan berakhir pada 14 Mei 2035.

M Nur menjelaskan awalnya PT THL berkewajiban menyediakan dan memasok bahan baku kayu kepada industri hasil hutan, yaitu PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Dalam rentan waktu 15 tahun terakhir, PT THL tidak melakukan operasi secara normal karena PT KKA tidak beroperasi. PT THL kemudian diarahkan memasok kebutuhan kayu lokal. Namun hal itu tak dilakoni.


Pada 2014, alokasi kayu untuk PT THL sebesar 53 ribu meter kubik. Namun, karena tidak mampu meningkatkan kinerjanya, pada 2016 alokasi kayu diturunkan menjadi 35 ribu meter kubik mendapatkan izin potong dari pemerintah. Namun, dari jumlah alokasi tersebut, PT THL hanya mampu memproduksi sekitar 700 meter kubik.

Menurut M Nur, pihak perusahaan sekarang menelantarkan kawasan lahan tersebut sehingga menjadi tidak produktif. Lokasi kerja PT THL sebagian besar berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Saat ini area tersebut telah dirambah warga dan banyak terjadi aktivitas ilegal di dalamnya.


Kembali ke Fadli, dia mengatakan Prabowo tak terlibat langsung dalam urusan keputusan perusahaan. Namun ia yakin kondisi perusahaan hingga saat ini kondusif.

"Pak Prabowo kan juga tidak secara langsung ikut mengurus itu, ya. Jadi nggak benar juga kalau itu dibilang kepemilikan. Kan kalau tidak salah diambil saat BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) tempo hari. Jadi Pak Prabowo ini justru menyelamatkan aset. Jadi membeli BPPN, kalau nggak ya, jatuh ke tangan asing," ujar Fadli.

"Jadi apa yang dilakukan di sana ya, saya kira adalah aksi perusahaan yang Pak Prabowo tidak terlibat langsung. Tapi yang saya tahu semuanya di situ kondusif ya, walaupun di sana bekas wilayah konflik. Kalau nggak ya, pengelolanya profesional saja," imbuh dia.


Simak Juga 'Prabowo Jelaskan Kepemilikan Tanahnya di Kalimantan dan Aceh':

[Gambas:Video 20detik]



(tsa/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed