DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 21:28 WIB

Debat Capres, BPN: Bahasa Tubuh Prabowo dan Sandi Tidak Dibuat-buat

Akfa Nasrulhak - detikNews
Debat Capres, BPN: Bahasa Tubuh Prabowo dan Sandi Tidak Dibuat-buat Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, menilai debat perdana capres yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, cukup memuaskan. Ia memuji Prabowo dan Sandi yang tampak santai dan sesuai konteks dalam debat dibandingkan dengan lawannya.

"Bahasa tubuh yang ditunjukkan Prabowo dan Sandi sangat orisinal dan tidak dibuat-buat. Dan kami yakin, pemilih yang belum menentukan pilihannya akan memilih Prabowo-Sandi," ujar Sudirman dalam keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).



Sudirman juga memuji penampilan Prabowo dan Sandi karena tampak mampu berbagi peran dengan baik.

"Baik Pak Prabowo maupun Bang Sandi tidak ingin ada tim yang disfungsi. Pak Prabowo memberi peran yang sangat baik kepada Bang Sandi untuk menyampaikan gagasan-gagasannya," jelas Sudirman.

"Bagi paslon nomor urut 02, debat capres yang digelar semalam adalah sebuah pertunjukan kekompakan tim. Prabowo dan Sandi telah berbagi materi dengan baik," tambahnya.



Meski demikian, Sudirman menilai, dalam debat perdana itu, Prabowo-Sandi tampak kurang ofensif. Padahal, menurutnya, mantan Danjen Kopasus itu banyak memiliki materi dan kesempatan besar untuk langsung menyerang lawannya.

"Debat tadi malam pada intinya kami puas. Namun ada satu kritik terhadap Pak Prabowo dari saya, dan saya sampaikan ke beliau (Prabowo) setelah debat. Kenapa kurang menyerang?" ujar Sudirman.

Sudirman menuturkan, saat ditanya mengenai hal tersebut, Prabowo hanya tersenyum seraya menjawab pertanyaannya.

"Beliau bilang kepada saya, 'Pemilu ini bukan sarana permusuhan, tapi ini merupakan ajang adu gagasan dan kebaikan.' Begitu saja jawab Pak Prabowo," terang Sudirman.

Dalam kesempatan yang sama, Sudirman juga memberikan catatan bagi penyelenggara pemilu agar menyediakan waktu debat yang lebih panjang. Hal itu diperlukan agar paslon bisa menunjukkan spontanitasnya dalam menanggapi pertanyaan.

"Ke depan, KPU harus bersikap lebih longgar sehingga perdebatan bisa lebih lepas, lebih orisinal, dan tidak kehilangan nyawanya," pungkasnya.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed