DetikNews
Kamis 17 Januari 2019, 15:21 WIB

Peserta Tablig Akbar Solo Bentak Polisi, PA 212: Diblokade, Wajar Marah

Tim detikcom - detikNews
Peserta Tablig Akbar Solo Bentak Polisi, PA 212: Diblokade, Wajar Marah Aksi PA 212 di Bundaran Gladag Solo (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta - Video seorang pria peserta tablig akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Solo membentak-bentak polisi viral di media sosial. Pria tersebut marah kepada polisi karena dianggap menghalang-halangi.

Ketum PA 212 Slamet Maarif mengatakan pria tersebut marah sebagai reaksi karena merasa dihalangi saat akan mengikuti tablig akbar. Dia menilai reaksi tersebut sebagai hal yang wajar.

"Itu umat mau datang ngaji tapi dihalangi, diblokade, ya wajar marahlah," kata Slamet lewat pesan singkat, Kamis (17/1/2019).


Polisi sendiri menyampaikan penghadangan peserta tablig akbar dilakukan karena acara tersebut tidak mengantongi izin. Polisi menyatakan acara yang digelar di jalan raya mesti mendapatkan izin atau rekomendasi dari dinas perhubungan.

Terkait hal ini, Slamet mengatakan panitia tablig akbar dari PA 212 Solo mengatakan telah menyampaikan pemberitahuan dan berkoordinasi ke pihak kepolisian.

"Pemberitahuan dan koordinasi dengan pihak kepolisian sudah dilakukan panitia Solo," tutur dia.


Video yang viral tersebut pun mendapatkan respons dari netizen. Warga menilai tindakan pria bertopi yang membentak-bentak petugas itu memprovokasi warga yang ada di sekitar lokasi.

Tampak dalam video tersebut pria itu bicara kepada polisi sembari menunjuk-nunjuk dan tangan kiri yang memegang ponsel dalam kondisi merekam video. Pria tersebut juga sempat mengangkat-angkat pagar dan menerobos pagar blokade yang dipasang petugas.

Situasi di sekitar lokasi sempat ramai karena warga datang untuk melihat lebih dekat. Meski begitu, polisi tetap tidak bereaksi represif. Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyayangkan ulah peserta aksi yang mem-bully polisi yang sedang melakukan pengamanan tersebut.


"Karena merasa dihalangi polisi, mereka mem-bully dan mendelegitimasi polisi seolah-olah memusuhi umat Islam. Tapi kami tidak represif, tetap senyum dan simpatik, walaupun di-bully," kata Condro, Senin (14/1) lalu.

Pagi tadi, 18 anggota kepolisian yang melakukan pengamanan saat aksi tablig akbar PA 212 di Solo diberi penghargaan. Salah satunya Briptu Saiful Ulum, yang videonya viral dibentak seorang pria ketika berjaga.

Selain Briptu Saiful, ada 17 anggota dari Brimob Polda Jawa Tengah, Kanit Dalmas Polrestabes Semarang yang BKO saat itu, Kasubnit Turjawali I Polresta Surakarta, serta Kapolsek Pasar Kliwon Surakarta. Penghargaan yang diberikan yaitu dalam prestasi melakukan pengamanan kegiatan masyarakat secara profesional.


Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono mengatakan penghargaan Kapolda Jateng itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang profesional menjalankan tugas. Untuk seluruh anggota yang mengamankan aksi pada 13 Januari 2019 lalu di Solo, Condro bangga karena anggotanya sabar.

"Saya selaku Kapolda mengapresiasi anggota kita yang menunjukkan tugasnya secara profesional dalam menjaga keramaian dan kegiatan masyarakat tanggal 13 Januari di Solo dengan mengedepankan kemanusiaan, sabar, dan tidak terpancing emosi. Itu wujud profesional Polri, wujud sosok Polri kedepankan hati nurani," kata Condro setelah memberikan penghargaan di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (17/1).

Video Briptu Saiful dibentak pendemo bisa disaksikan di bawah ini.

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed