DetikNews
Senin 26 November 2018, 17:53 WIB

PMP Mau Dihidupkan Lagi, PKB: Apa Bedanya dengan PKN?

Elza Astari Retaduari - detikNews
PMP Mau Dihidupkan Lagi, PKB: Apa Bedanya dengan PKN? Foto: Arzeti Bilbina (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kemendikbud berencana mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). PKB pun mempertanyakan apa bedanya dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang saat ini masuk dalam kurikulum.

"Sekarang ini sudah dan masih ada pelajaran PKN. Kita belum tahu apa definisi dari PMP berbeda dengan PKN. Kita juga belum tahu apa perbedaan silabus/kurikulum di antara keduanya," ujar anggota Komisi X DPR F-PKB, Arzeti Bilbina lewat pesan singkat, Senin (26/11/2018).

Menurut Arzeti, apabila memang masih ada substansi yang kurang, materi PKN tinggal ditambah. Ia berharap pemerintah benar-benar mengkaji rencana pengembalian PMP ini di mata pelajaran sekolah.


"Tinggal memasukkan materi baru dalam PKN. Misalnya materi toleransi, tepo seliro, tenggang rasa atau tentang anti-radikalisme, mungkin perlu dimasukkan, ya tinggal memasukkan," sebutnya.

"Jangan sampai perbedaan nomenklatur (nama mata pelajaran) hanya simbolik belaka. Tanpa ada esensi yang berarti," imbuh Arzeti.

Dia pun mengingatkan soal perubahan nama SMA menjadi SMU, yang kemudian kembali lagi ke SMA. Menurut Arzeti perubahan tersebut kurang bermakna.

"Tidak jelas substansinya, kecuali kop surat, nameboard, badge dan segenap identitas lain berubah," tuturnya.


Soal rencana pengembalian mata pelajaran PMP ini, Arzeti meminta Mendikbud Muhadjir Effendy untuk benar-benar melakukan sosialisasi lengkap kepada masyarakat. Bukan berarti pihaknya menolak rencana ini, namun diharapkan pengembalian PMP benar-benar dilakukan dengan tujuan yang jelas.

"Seperti apa konsep PMP yang baru ini. Tentu semua niat baik akan didukung, tetapi jangan sampai niat baik tidak dirangkai dengan konsep yang implementatif yang lebih baik dari yang sebelumnya," ucap Arzeti.

Kemendikbud berencana mengembalikan mata pelajaran PMP. Mata pelajaran zaman orde baru itu dianggap penting untuk menguatkannya nilai Pancasila.

"PMP kita akan kembalikan lagi karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali, bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita, itu mungkin yang akan kita lakukan," kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano usai upacara peringatan hari guru di gedung Kemendiknas, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Dia mengatakan rencana itu masih dalam pembahasan. Belum jelas apakah ada pengurangan atau penambahan materi PMP yang baru dengan yang pernah dipakai sebelumnya.

"Ini masih dibahas, kita akan bahas," ujarnya.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed