DetikNews
Kamis 08 November 2018, 14:47 WIB

Komnas Perempuan: Investigasi Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Idham Kholid - detikNews
Komnas Perempuan: Investigasi Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM Foto: Bagus Kurniawan/detikom
Jakarta - Komnas Perempuan mendesak Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusut tuntas kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi saat kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Pengusutan harus memberikan efek jera terhadap pelaku.

"Meminta pihak akademik untuk melakukan investigasi independen, melakukan langkah yang memberi rasa adil pada korban dan penjeraan bagi pelaku," ujar Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni dalam keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018).

Sivitas akademika UGM diminta melindungi integritas mahasiswi korban dugaan pemerkosaan. Kasus ini juga harus menjadi momen mendorong kampus dan lembaga pendidikan untuk kurikulum tentang HAM gender.





"Membangun sistem/layanan pengaduan dan penanganan kekerasan seksual yang ramah pada korban, dan membangun sistem pencegahan dan perlindungan sebagai dukungan prinsip belajar, utamanya jaminan rasa aman saat kuliah kerja nyata (KKN)," sambung Budi Wahyuni.

Kasus ini, menurutnya, juga menunjukkan pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. Sebab, isu kekerasan seksual, disebut Komnas Perempuan, sangat kompleks.

"Bukan sekadar perkosaan dengan penetrasi, tetapi juga harus menjamin hak ketidakberulangan," kata Budi Wahyuni.






Sebelumnya, UGM menampik lalai menangani kasus dugaan pemerkosaan yang dialami mahasiswinya. Sejak awal UGM sudah menawarkan agar kasus tersebut diselesaikan lewat mekanisme hukum.

"Awalnya kan memang akan kita tawarkan (menempuh jalur hukum)," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, Rabu (7/11).

Namun dalam prosesnya, opsi membawa perkara tersebut ke ranah hukum urung dilakukan. Penyebabnya, kata Iva, pelaku dan korban menghendaki kasus yang terjadi pada 2017 tersebut diselesaikan melalui mekanisme internal kampus.





Terkait kasus ini, mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #kitaAGNI menggelar aksi bertajuk 'UGM Darurat Kekerasan Seksual' di halaman Fisipol UGM. Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa ini secara simbolis diawali dengan meniupkan peluit dan membunyikan kentungan.

Barisan massa yang hadir membentuk formasi melingkar, di tengahnya terdapat baliho berisi petisi atau tuntutan gerakan #kitaAGNI kepada pihak kampus.


Simak Juga 'KKN UGM Diguncang Skandal Dugaan Pelecehan':

[Gambas:Video 20detik]



(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed