detikNews
Selasa 18 September 2018, 13:51 WIB

Pengunggah Video Hoax Ricuh MK Ingin Naikkan Rating Akun YouTube

Audrey Santoso - detikNews
Pengunggah Video Hoax Ricuh MK Ingin Naikkan Rating Akun YouTube Ilustrasi, gedung Bareskrim. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KMA (21), pengunggah video hoax kericuhan di Mahkamah Konstitusi (MK), ditetapkan sebagai tersangka. KMA mengunggah video itu karena ingin menaikkan rating akun YouTube-nya.

"KMA bertujuan untuk menaikkan rating akun YouTube milik tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Rachmad Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (18/9/2018).
Sementara itu, tersangka SMR (35), yang juga ditangkap karena mengunggah video tersebut di YouTube, mengaku hanya disuruh rekannya. Dia mendapatkan video itu dari grup Whatsapp.

"Pelaku mengaku mendapatkan video tersebut dari grup MTS dan diminta rekan tersangka yang bernama LILIS untuk posting video tersebut," ujar Rachmad.

Keduanya telah digiring ke kantor Direktorat Tindak Pidana Bareskrim untuk menjalani proses pemeriksaan. "Kami masih mendalami motif dan jaringan tersangka," ucap Rachmad.
Polri dan TNI sebelumnya melakukan simulasi pengamanan gedung MK menjelang Pemilu 2019 pada Jumat (14/9) pagi. Polri menyebut kegiatan simulasi itu 'digoreng' di media sosial menjadi seakan-akan ada demo ricuh di sekitar MK dan Istana Presiden. Ada pihak yang dengan sengaja menggabungkan video simulasi pengamanan dengan video kericuhan demo pada 2014.

Total pelaku kasus video hoax ini berjumlah 6 orang. Empat orang dengan peran penyebar video ditangkap pada akhir pekan lalu. Sedangkan dua lainnya, KMA dan SMR, ditangkap pada Senin (17/9) kemarin sebagai pengunggah.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com